Diancam AS, Meksiko Batalkan Ekspor Minyak ke Kuba

- Sheinbaum akui Meksiko akan jadi pemasok utama minyak ke Kuba. Kontrak pengiriman minyak ke Kuba sudah berakhir, dan ekspor minyak Meksiko ke Kuba termasuk sangat kecil.
- Sebut tidak ada kesempatan AS untuk menginvasi Meksiko. Sheinbaum menolak adanya intervensi asing dan mendesak PBB untuk bertindak sesegera mungkin untuk menurunkan tensi dan mempromosikan negosiasi damai.
- AS sebut ekonomi Kuba akan hancur dengan sendirinya. Menanggapi penangkapan Maduro, AS menyatakan ingin membantu rakyat Kuba keluar dari masalah di negaranya.
Jakarta, IDN Times - Presiden Meksiko, Claudia Sheinbaum, mengatakan tidak akan mengirimkan minyak bumi ke Kuba. Keputusan ini disampaikan pada Rabu (7/1/2026), menyusul serangan Amerika Serikat (AS) ke Venezuela pada akhir pekan lalu.
Beberapa bulan terakhir, AS dan Meksiko terlibat perselisihan soal pengiriman minyak ke Kuba. Bantuan minyak dari Meksiko itu untuk mengatasi krisis energi dan pemadaman bergilir yang semakin parah di Kuba.
Sementara itu, jatuhnya rezim Presiden Venezuela, Nicolas Maduro menjadi pukulan besar bagi Kuba. Sebab, negara Karibia itu mengimpor sebanyak 30 persen dari pasokan minyaknya dari Venezuela.
1. Sheinbaum akui Meksiko akan jadi pemasok utama minyak ke Kuba

Sheinbaum mengakui bahwa situasi terkini di Venezuela akan membuat Meksiko menjadi pemasok utama minyak ke Kuba. Namun, ia menyebut kontrak pengiriman minyak ke Kuba sudah berakhir.
“Tidak ada lagi minyak yang akan dikirim ke Kuba. Pengiriman minyak bumi dilakukan melalui kontrak perjanjian kedua negara atau sebagai bantuan kemanusiaan ke Kuba,” katanya, dikutip dari ABC News.
Namun, Meksiko tidak bersedia mengungkapkan rencana soal ekspor minyak ke Kuba di masa yang akan datang. Meskipun demikian, ekspor minyak Meksiko ke Kuba termasuk sangat kecil hanya 3,3 persen dari total ekspor minyak.
2. Sebut tidak ada kesempatan AS untuk menginvasi Meksiko
Sheinbaum membantah adanya kemungkinan invasi AS ke Meksiko. Ia bersikukuh menolak adanya intervensi asing dan masuknya personel militer negara lain di dalam teritori Meksiko.
“Saya tidak percaya dengan soal kebenaran pernyataan invasi. Saya tidak berpikir bahwa pernyataan tersebut adalah sesuatu yang harus ditanggapi dengan serius,” tuturnya, dilansir The Latin Times.
Sementara, menanggapi serangan Venezuela ke AS, Meksiko mendesak AS untuk menghormati hukum internasional. Meksiko mendesak PBB untuk bertindak sesegera mungkin untuk menurunkan tensi dan mempromosikan negosiasi damai.
3. AS sebut ekonomi Kuba akan hancur dengan sendirinya
Pada saat yang sama, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio mengungkapkan bahwa rezim Havana akan hancur dengan sendirinya. Pernyataan itu disampaikan usai penangkapan Maduro.
“Saya tidak berpikir bahwa ini adalah sebuah misteri bahwa kami bukanlah penggemar dari rezim Kuba yang mana mereka salah satu yang mendukung Maduro,” ungkapnya.
Presiden AS, Donald Trump juga menyebut bahwa Kuba adalah negara yang gagal saat ini dan menuju kehancuran. Namun, ia menyatakan ingin membantu rakyat Kuba keluar dari masalah di negaranya.



















