Jakarta, IDN Times - Presiden Kuba, Miguel Diaz-Canel, mengungkapkan rencana besar dalam mengatasi krisis bahan bakar minyak (BBM) lewat siaran televisi. Rencana ini untuk menghadapi tekanan besar imbas blokade Amerika Serikat (AS).
“Kita akan menghadapi masa-masa sulit dalam beberapa hari ke depan. Ini, terutama sangat sulit bagi kita semua,” terangnya, dikutip dari EFE, Jumat (6/2/2026).
Sejak awal 2026, AS sudah menghentikan pasokan minyak ke Kuba menyusul penangkapan Presiden Venezuela, Nicolas Maduro. Pekan lalu, Presiden AS, Donald Trump sudah menetapkan tarif kepada negara yang mengekspor minyak ke Kuba.
