Jakarta, IDN Times - Warga Palestina yang bermukim di wilayah Tepi Barat ditangkap dan dipenjara setelah melaporkan serangan yang dilakukan oleh pemukim Israel. Mereka juga disiksa selama berada di dalam tahanan.
Nasib malang tersebut dialami oleh keluarga Mizham yang tinggal di desa Jiljiliya. Selama berbulan-bulan, mereka menghadapi gangguan, perampasan tanah, dan serangan dari pemukim Israel. Meski telah berulang kali melapor ke polisi, mereka tidak mendapat respons yang berarti.
Yusuf Mizham mengatakan bahwa ketika mereka kembali melaporkan insiden serupa pada Maret 2026, pasukan Israel justru menangkap dirinya dan dua putranya yang berusia 13 dan 14 tahun.
