Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Laporkan Serangan Pemukim, Keluarga Palestina di Tepi Barat Dipenjara
ilustrasi seorang tahanan di penjara (unsplash.com/Ye Jinghan)
  • Keluarga Mizham di Jiljiliya ditangkap setelah melaporkan serangan pemukim Israel, bahkan Yusuf dan dua anaknya disiksa serta dijatuhi hukuman penjara singkat oleh pengadilan militer.
  • Kasus ini menyoroti impunitas bagi pemukim ekstremis Israel, di mana otoritas jarang menindak pelaku meski mereka melanggar wilayah terlarang dan menyerang warga Palestina.
  • Kekerasan di Tepi Barat meningkat sejak perang Gaza Oktober 2023, dengan ribuan korban dan lahan Palestina direbut melalui kebijakan yang mempermudah aneksasi oleh pemukim ilegal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Warga Palestina yang bermukim di wilayah Tepi Barat ditangkap dan dipenjara setelah melaporkan serangan yang dilakukan oleh pemukim Israel. Mereka juga disiksa selama berada di dalam tahanan.

Nasib malang tersebut dialami oleh keluarga Mizham yang tinggal di desa Jiljiliya. Selama berbulan-bulan, mereka menghadapi gangguan, perampasan tanah, dan serangan dari pemukim Israel. Meski telah berulang kali melapor ke polisi, mereka tidak mendapat respons yang berarti.

Yusuf Mizham mengatakan bahwa ketika mereka kembali melaporkan insiden serupa pada Maret 2026, pasukan Israel justru menangkap dirinya dan dua putranya yang berusia 13 dan 14 tahun.

1. Yusuf dianiaya dan ponselnya dirusak

ilustrasi hakim mengetuk palu (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

Menurut laporan Haaretz, kedua anak putra Yusuf dinyatakan bersalah atas tuduhan melempar batu ke arah seorang pemukim oleh pengadilan militer. Mereka pun dijatuhi hukuman 7 hari penjara dan denda masing-masing 2 ribu shekel (sekitar Rp11 juta).

Sementara itu, Yusuf mengatakan dirinya ditahan, dipukuli dan diinterogasi setelah dibawa ke pos pemeriksaan militer. Para tentara disebut mematikan rokok di pergelangan tangannya, sehingga meninggalkan bekas luka. Ponselnya yang berisi bukti video aktivitas para pemukim juga dirusak.

2. Otoritas Israel jarang menindak pemukim yang mengusik warga Palestina

gambar bendera Palestina di dinding (unsplash.com/Ash Hayes)

Penangkapan tersebut terjadi setelah para pemukim juga mengajukan laporan terhadap keluarga Mizham, meskipun mereka memasuki wilayah yang secara resmi dilarang oleh Israel. Perintah militer Israel menyatakan bahwa tidak ada warga Israel yang boleh memasuki atau berada di wilayah tertentu, tapi warga setempat mengatakan bahwa aturan tersebut kerap diabaikan.

Dilansir dari The New Arab, kasus ini kembali menyoroti impunitas bagi pemukim ekstremis Israel. Dalam satu insiden, polisi tiba 2 jam setelah para pemukim mendatangi rumah warga Palestina, dan menyarankan korban untuk membuat laporan. Tersangka sempat ditahan, tapi kemudian dibebaskan pada hari yang sama.

3. Serangan di Tepi Barat meningkat sejak Oktober 2023

protes bela Palestina di Amerika Serikat (unsplash.com/Hugo Breyer)

Kekerasan di Tepi Barat, yang diduduki Israel sejak 1967, telah meningkat tajam sejak meletusnya perang di Gaza pada Oktober 2023. Sedikitnya 1.133 warga Palestina dan hampir 11.700 lainnya terluka akibat serangan tentara dan pemukim Israel. Hampir 22 ribu orang ditangkap sejak saat itu.

Menurut organisasi hak asasi manusia Israel, B’Tselem, sekitar 1.100 hektar lahan telah diambil alih oleh para pemukim ilegal di desa-desa Palestina. Adapun tindakan ini difasilitasi oleh sejumlah kebijakan Israel dalam 2 tahun terakhir sebagai bagian dari upaya mewujudkan rencana aneksasi.

“Parlemen Israel (Knesset) juga baru-baru ini menyetujui kebijakan yang disebut pencabutan larangan data terkait pemilik lahan di Tepi Barat, yang memudahkan pemukim untuk merebut lahan dan memungkinkan mereka membelinya, bahkan di Area A, dengan bantuan organisasi pemukiman,” jelas Raed Muqadi, peneliti di Land Research Centre, kepada Al Jazeera.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team