Jakarta, IDN Times - Pemerintah Lebanon dikabarkan akan membuka dialog dengan Israel. Presiden Lebanon, Joseph Aoun, pada Senin (9/3/2026) mengatakan, langkah ini dilakukan agar Israel berhenti menyerang negaranya untuk menyasar kelompok milisi Hizbullah.
Dalam pernyataannya, Aoun mengatakan Hizbullah telah mengkhianati Lebanon karena memicu perang dengan Israel. Oleh karena itu, ia akan mengerahkan pasukan militer Lebanon untuk melucuti senjata Hizbullah. Ini dilakukan agar mereka berhenti melakukan serangan balasan ke Israel sehingga perang bisa segera berakhir.
“Pemerintah Lebanon pada tanggal 2 Maret (2026) (telah) mengambil keputusan yang jelas dan tidak dapat diubah lagi. Kami telah melarang segala aktivitas militer atau keamanan Hizbullah. Kami ingin melaksanakannya dengan jelas dan tegas,” ujar Aoun, seperti dilansir The Strait Times.
