Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Israel Disebut Pakai Senjata Terlarang buat Serang Lebanon

Israel Disebut Pakai Senjata Terlarang buat Serang Lebanon
potret logo Human Rights Watch (commons.wikimedia.org/Mononomic)
Intinya Sih
  • Human Rights Watch menuduh Israel menggunakan amunisi fosfor putih dalam serangan ke Lebanon pada 3 Maret 2026, yang dinilai melanggar hukum internasional.
  • HRW menemukan bukti sisa fosfor putih di lokasi serangan dan mendesak Israel menghentikan penggunaannya karena berbahaya bagi warga sipil.
  • Israel masih melanjutkan serangan ke Lebanon dengan target milisi Hizbullah, menyebabkan ratusan korban tewas dan ratusan ribu warga mengungsi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Organisasi hak asasi manusia dunia, Human Right Watch (HRW), menyebut Israel menggunakan senjata terlarang yang berisi zat kimia fosfor putih untuk menyerang Lebanon pada 3 Maret 2026 lalu. Oleh karena itu, HRW menetapkan serangan tersebut telah melanggar hukum internasional.

“Militer Israel secara ilegal menggunakan amunisi fosfor putih yang ditembakkan dari artileri ke rumah-rumah penduduk pada tanggal 3 Maret 2026, di kota Yohmor, Lebanon selatan,” bunyi pernyataan resmi HRW yang dirilis pada Senin (9/3/2026), seperti dilansir The Strait Times

Klaim ini dirilis setelah HRW dan tim ahli mereka melakukan pengecekkan ke lapangan. Dalam pengecekkan tersebut, HRW menemukan sisa-sisa fosfor putih yang dipakai Israel untuk menyerang Lebanon. Sisa-sisa fosfor putih tersebut tersebar di rumah dan mobil-mobil yang terkena serangan.

1. Fosfor putih merupakan senjata yang sangat berbahaya

Bom fosfor putih.
potret bom fosfor putih (commons.wikimedia.org/United States Air Force)

Fosfor putih sendiri merupakan salah satu jenis zat kimia yang kerap digunakan dalam peperangan. Biasanya, zat yang satu ini kerap dimasukkan ke dalam beberapa jenis senjata, seperti amunisi, rudal, dan bom.

Sebetulnya, senjata yang berisi zat fosfor putih sudah dilarang digunakan dalam peperangan. Sebab, zat tersebut bisa menimbulkan ledakan masif yang mengancam banyak jiwa. 

Selain itu, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), fosfor putih yang tersebar di udara juga sangat berbahaya bagi kesehatan manusia. Sebab, seorang yang terpapar zat ini bisa mengalami infeksi saluran pernapasan akut dan serangan jantung.

2. HRW minta Israel berhenti memakai senjata fosfor putih

Bom fosfor putih.
potret bom fosfor putih (commons.wikimedia.org/USAAF)

Oleh karena itu, HRW dalam pernyataannya mendesak Israel untuk berhenti menggunakan senjata berisi fosfor putih untuk menyerang Lebanon. Sebab, penggunaan senjata seperti itu akan sangat berbahaya bagi warga Lebanon yang terdampak serangan. 

“Penggunaan fosfor putih secara ilegal oleh militer Israel di atas wilayah pemukiman sangat mengkhawatirkan dan akan memiliki konsekuensi buruk bagi warga sipil,” kata peneliti Lebanon di HRW, Ramzi Kaiss.

“Israel harus segera menghentikan praktik ini dan negara-negara yang memasok senjata ke Israel, termasuk amunisi fosfor putih, harus segera menangguhkan bantuan militer dan penjualan senjata. Mereka juga harus mendesak Israel untuk berhenti menembakkan amunisi tersebut di daerah pemukiman,” tambahnya. 

3. Israel masih menyerang Lebanon hingga kini

Bendera Israel (pexels/Thắng-Nhật Trần)
Bendera Israel (pexels/Thắng-Nhật Trần)

Israel sendiri mulai menyerang Lebanon pada pekan lalu. Israel menyerang Lebanon untuk membasmi milisi Hizbullah yang diduga membantu Iran untuk berperang melawan mereka dan Amerika Serikat. 

Hingga kini, Israel masih menyerang Lebanon. Serangan terakhir terjadi di Khiam dan Tal Nahas, dua kota yang berbatasan langsung dengan Israel, pada Minggu (8/3/2026). Saat itu, Israel juga menggunakan senjata fosfor putih untuk melakukan serangan.

Menurut otoritas Lebanon, sudah ada sekitar 394 orang yang tewas imbas serangan Israel. Jumlah ini bisa meningkat jika Israel terus menyerang Lebanon tanpa henti. Di sisi lain, sebanyak 517.000 warga Lebanon juga terpaksa mengungsi imbas serangan Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More