dampak serangan Israel di Lebanon (User Mema435 on en.wikipedia, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)
Konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah kembali meletus di Lebanon pada awal Maret 2026, menyusul perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Sejak itu, perwakilan Israel dan Lebanon telah dua kali bertemu di Washington, yang menjadi pertemuan pertama dalam beberapa dekade.
Setelah perundingan pertama, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pada 17 April 2026. Gencatan senjata itu kemudian diperpanjang selama 3 pekan setelah perundingan kedua. Meski demikian, Israel masih terus melancarkan serangan di Lebanon, terutama di wilayah selatan. Otoritas Lebanon melaporkan serangan Israel telah menewaskan lebih dari 60 orang sejak gencatan senjata dimulai.
Dilansir The New Arab, seorang tentara Lebanon dan saudaranya tewas akibat serangan Israel di Bint Jbeil, Lebanon selatan, pada Rabu. Militer Lebanon mengatakan, keduanya diserang saat dalam perjalanan pulang dengan sepeda motor dari pos tugas sang prajurit. Pihak Israel mengatakan sedang menyelidiki laporan tersebut.