Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

PM Lebanon Kecam Serangan Israel yang Tewaskan 3 Paramedis

PM Lebanon Kecam Serangan Israel yang Tewaskan 3 Paramedis
bendera Lebanon. (unsplash.com/Charbel Karam)
Intinya Sih
  • PM Lebanon Nawaf Salam mengecam serangan udara Israel di Majdal Zoun yang menewaskan tiga paramedis dan menyebutnya sebagai kejahatan perang, serta berencana membawa kasus ini ke forum internasional.
  • Serangan lanjutan Israel di desa Jebchit menewaskan lima anggota keluarga Bahja, menambah jumlah korban sipil Lebanon yang telah melampaui 2.500 orang sejak awal Maret menurut Kementerian Kesehatan.
  • Meski ada gencatan senjata sejak 16 April, Israel tetap melancarkan serangan harian ke Lebanon selatan dan bentrok dengan Hizbullah yang membalas lewat roket serta drone.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Lebanon, Nawaf Salam, mengecam serangan Israel yang menewaskan lima orang di selatan Lebanon pada Selasa (28/4/2026). Tiga dari lima korban tewas tersebut adalah petugas darurat pertahanan sipil yang sedang bertugas.

Salam menyebut serangan terhadap petugas kemanusiaan ini sebagai kejahatan perang yang keji. Sementara itu, Presiden Lebanon, Joseph Aoun, menuduh Israel terus melanggar hukum internasional yang melindungi warga sipil dan paramedis.

1. Lebanon akan adukan Israel ke forum internasional

bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)
bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) (Makaristos, Public domain, via Wikimedia Commons)

Insiden ini terjadi dalam serangan udara Israel di kota Majdal Zoun pada Selasa. Saat itu, pasukan Israel melancarkan dua serangan udara beruntun ke bangunan yang sama.

Tiga petugas penyelamat awalnya datang untuk mengevakuasi korban dari serangan pertama. Nahas, mereka justru tertimpa reruntuhan dan tewas akibat serangan udara kedua.

Serangan kedua ini juga menargetkan tentara Lebanon yang sedang mengawal tim pertahanan sipil tersebut. Akibatnya, dua orang tentara Lebanon dilaporkan mengalami luka-luka di lokasi kejadian.

"Pemerintah tidak akan tinggal diam dan bakal mengutuk kejahatan keji ini di forum internasional. Kami akan memobilisasi segala cara untuk memaksa Israel menghentikan pelanggarannya terhadap perjanjian gencatan senjata," ujar PM Salam, dilansir Al Jazeera.

2. Serangan terbaru Israel tewaskan lima orang dari satu keluarga

pasukan Israel di Sungai Litani, Lebanon
pasukan Israel di Sungai Litani, Lebanon (wikimedia/ / IDF Spokesperson's Unit)

Serangan udara Israel tidak berhenti di wilayah Majdal Zoun saja. Pada Rabu malam, pasukan Israel kembali mengebom sebuah bangunan di desa Jebchit.

Serangan terbaru menghancurkan sebuah bangunan tempat tinggal milik keluarga Bahja. Sebanyak lima anggota keluarga tewas dalam insiden tersebut..

Korban tewas terdiri dari Mohammad Jawad Bahja beserta istrinya yang bernama Lotfiya. Serangan ini juga menewaskan Amani Jaber bersama dua orang anaknya.

Tragedi di Jebchit terus menambah daftar panjang korban warga sipil sejak konflik kembali memanas. Kementerian Kesehatan Lebanon mencatat lebih dari 2.500 orang telah tewas akibat gempuran Israel sejak awal Maret.

3. Israel masih serang Lebanon di tengah gencatan senjata

jet F-35I milik Israel. (commons.wikimedia.org/U.S Air Force)
jet F-35I milik Israel. (commons.wikimedia.org/U.S Air Force)

Berbagai serangan ini terjadi di tengah kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi oleh Amerika Serikat (AS). Meskipun kesepakatan telah berlaku sejak 16 April, Israel terus melakukan serangan harian di wilayah selatan Lebanon.

Militer Israel juga mengklaim telah menemukan sekaligus menghancurkan terowongan bawah tanah milik Hizbullah di Qantara. Sementara itu, Hizbullah merespons rentetan pelanggaran Israel dengan meluncurkan roket dan drone.

Serangan balasan Hizbullah menyasar posisi pasukan Israel yang masih menduduki sebagian wilayah selatan. Seorang kontraktor militer Israel dilaporkan tewas akibat serangan drone.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Related Articles

See More