Jakarta, IDN Times - Lebanon, pada Senin (16/2/2026), menyatakan bahwa militernya memerlukan sedikitnya 4 bulan untuk menjalankan tahap kedua dari rencana pelucutan senjata kelompok Hizbullah di bagian selatan negara itu.
Setelah gencatan senjata Israel-Hizbullah pada 2024, pemerintah Lebanon berkomitmen untuk membongkar persenjataan Hizbullah dan menugaskan militer untuk menyusun rencana pelaksanaannya.
Bulan lalu, militer menyatakan telah menyelesaikan tahap pertama dari rencana lima tahap tersebut, yang mencakup wilayah antara Sungai Litani dan perbatasan selatan negara itu dengan Israel. Tahap kedua mencakup wilayah antara Sungai Litani dan Sungai Awali, sekitar 40 kilometer di selatan ibu kota Lebanon, Beirut.
“Ada jangka waktu 4 bulan, yang dapat diperpanjang tergantung pada kemampuan yang tersedia, serangan Israel, dan hambatan di lapangan,” kata Menteri Penerangan Lebanon, Paul Morcos, dalam konferensi pers, dikutip dari The New Arab.
