Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Para pejuang Hizbullah dalam sebuah upacara
Para pejuang Hizbullah dalam sebuah upacara (commons.wikimedia.org/khamenei.ir)

Intinya sih...

  • Hizbullah menolak pelucutan senjata di wilayah utara Sungai Litani

  • Dua orang tewas dalam serangan terbaru Israel di Lebanon

  • Lebanon meminta DK PBB untuk dorong Israel agar hormati gencatan senjata

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Lebanon, pada Senin (16/2/2026), menyatakan bahwa militernya memerlukan sedikitnya 4 bulan untuk menjalankan tahap kedua dari rencana pelucutan senjata kelompok Hizbullah di bagian selatan negara itu.

Setelah gencatan senjata Israel-Hizbullah pada 2024, pemerintah Lebanon berkomitmen untuk membongkar persenjataan Hizbullah dan menugaskan militer untuk menyusun rencana pelaksanaannya.

Bulan lalu, militer menyatakan telah menyelesaikan tahap pertama dari rencana lima tahap tersebut, yang mencakup wilayah antara Sungai Litani dan perbatasan selatan negara itu dengan Israel. Tahap kedua mencakup wilayah antara Sungai Litani dan Sungai Awali, sekitar 40 kilometer di selatan ibu kota Lebanon, Beirut.

“Ada jangka waktu 4 bulan, yang dapat diperpanjang tergantung pada kemampuan yang tersedia, serangan Israel, dan hambatan di lapangan,” kata Menteri Penerangan Lebanon, Paul Morcos, dalam konferensi pers, dikutip dari The New Arab.

1. Hizbullah sebut pelucutan senjatanya akan menguntungkan Israel

Sekretaris Jenderal Hizbullah, Naim Qassem (Sebastian Baryli from Wien, Österreich, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Sementara itu, Hizbullah menolak seruan untuk menyerahkan senjata di wilayah utara Sungai Litani. Menurut kelompok tersebut, kewajiban pelucutan senjata hanya berlaku di wilayah selatan Sungai Litani saja.

Pada Senin, pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, juga mengatakan bahwa langkah pemerintah Lebanon yang memprioritaskan pelucutan senjata merupakan dosa besar, karena hal tersebut justru dinilai menguntungkan agresi Israel.

“Hentikan semua tindakan untuk membatasi senjata,” ujar Qassem dalam pidato yang disiarkan televisi. Ia menambahkan bahwa serangkaian kelonggaran yang diberikan pemerintah turut berkontribusi pada berlanjutnya serangan Israel.

2. Dua orang tewas dalam serangan terbaru Israel di Lebanon

serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)

Israel, yang menilai Hizbullah kembali mempersenjatai diri, menilai upaya militer Lebanon untuk melucuti senjata kelompok tersebut masih belum memadai. Sejak gencatan senjata pada 2024, militer Israel juga terus melancarkan serangan rutin ke wilayah Lebanon.

Pada Senin, sedikitnya dua orang dilaporkan tewas akibat dua serangan terpisah di Lebanon selatan, masing-masing di kota Hanine dan Talloussah. Militer Israel mengonfirmasi serangan di Talloussah dan mengklaim bahwa pihaknya menargetkan seorang pejuang Hizbullah yang berupaya membangun kembali infrastruktur kelompok itu di wilayah selatan, dilansir dari Al Jazeera.

3. Lebanon minta DK PBB untuk dorong Israel agar hormati gencatan senjata

operasi militer Israel di Lebanon selama perang 2023-2024 ( / IDF Spokesperson's Unit)

Menurut otoritas Lebanon, serangan Israel telah membunuh lebih dari 370 orang di negara itu sejak dimulainya gencatan senjata. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga mencatat bahwa Israel telah meluncurkan lebih dari 10 ribu serangan udara maupun darat sejak negara itu setuju untuk menghentikan permusuhan.

Selain serangan rutin, pasukan Israel juga masih menduduki lima area di wilayah Lebanon selatan. Kehadiran mereka menghalangi rekonstruksi desa-desa perbatasan yang hancur akibat perang dan mencegah puluhan ribu warga yang mengungsi untuk kembali ke rumah mereka.

Pada Januari 2026, Lebanon mengajukan pengaduan ke PBB atas pelanggaran berulang yang dilakukan Israel, dan mendesak Dewan Keamanan PBB untuk menekan Tel Aviv agar menghentikan serangan dan menarik seluruh pasukannya dari negara itu. Menurut Beirut, Israel telah melanggar kedaulatan Lebanon sedikitnya 2.036 kali dalam tiga bulan terakhir pada 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team