Israel Serang Perbatasan Lebanon-Suriah, 4 Orang Tewas

- Militer Israel klaim targetkan anggota Jihad Islam Palestina (PIJ).
- Lebih dari 370 orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon sejak gencatan senjata.
- Hizbullah tolak seruan pemerintah untuk lucuti senjata.
Jakarta, IDN Times - Sedikitnya empat orang tewas akibat serangan Israel di wilayah timur Lebanon, dekat perbatasan dengan Suriah. Serangan itu terjadi pada Minggu (15/2/2026) pagi.
Media Lebanon melaporkan bahwa drone Israel menghantam sebuah mobil di dekat perlintasan Masnaa, wilayah Majdal Anjar, Lembah Bekaa. Empat jenazah ditemukan di dalam kendaraan tersebut. Salah satunya adalah warga negara Suriah bernama Khaled Mohammad al-Ahmad.
1. Militer Israel klaim targetkan anggota Jihad Islam Palestina (PIJ)

Dalam pernyataan di X, militer Israel mengatakan bahwa serangan tersebut menargetkan anggota gerakan Jihad Islam Palestina (PIJ) di Lebanon. Namun, pihaknya tidak memberikan bukti apa pun untuk mendukung klaim tersebut. Sementara itu, PIJ belum memberikan komentar.
Dilansir dari Al Jazeera, PIJ adalah kelompok bersenjata di wilayah Palestina yang diduduki, yang berjuang bersama Hamas di Gaza untuk pembentukan negara Palestina. Kelompok ini juga merupakan sekutu Hizbullah di Lebanon, yang melancarkan serangan ke Israel sebagai bentuk solidaritas terhadap rakyat Palestina setelah dimulainya perang genosida Israel di Gaza pada 2023.
2. Lebih dari 370 orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon sejak gencatan senjata

Meski Israel dan Hizbullah telah menyepakati gencatan senjata pada November 2024, militer Israel masih terus menyerang Lebanon hampir setiap hari. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat lebih dari 10 ribu serangan udara maupun darat telah dilancarkan Israel sejak gencatan senjata. Laporan Kementerian Kesehatan Lebanon menyebutkan bahwa korban tewas mencapai lebih dari 370 orang.
Selain itu, Israel juga masih menduduki lima wilayah di Lebanon, sehingga menghambat rekonstruksi desa-desa perbatasan yang hancur dan mencegah puluhan ribu warga yang mengungsi untuk kembali ke rumah mereka.
Bulan lalu, Lebanon telah mengajukan pengaduan ke PBB tentang pelanggaran berulang yang dilakukan Israel. Pemerintah mendesak Dewan Keamanan PBB untuk mendorong Israel agar segera menghentikan serangan dan menarik diri sepenuhnya dari wilayah Lebanon.
3. Hizbullah tolak seruan pemerintah untuk lucuti senjata

Pada Januari 2026, militer Lebanon mengumumkan telah menyelesaikan tahap pertama dari rencana pemerintah untuk melucuti senjata Hizbullah di wilayah dekat perbatasan dengan Israel. Langkah ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas oleh Beirut untuk menegaskan kendali negara dan mengurangi aktivitas bersenjata di sepanjang perbatasan.
Tahun lalu, sejumlah faksi Palestina di Lebanon menyerahkan senjata di beberapa kamp pengungsi kepada otoritas Lebanon sebagai bagian dari upaya pemerintah melucuti kelompok-kelompok bersenjata nonnegara.
Namun, Hamas dan sekutunya, PIJ, sejauh ini belum mengumumkan rencana untuk melucuti senjata mereka di Lebanon, dilansir dari France24.


















