Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lebih dari 1.000 Apartemen di Tel Aviv Hancur Imbas Serangan Iran
ilustrasi apartemen yang hancur (unsplash.com/Eugene Chystiakov)
  • Lebih dari 1.000 apartemen di Tel Aviv hancur akibat serangan rudal dan drone Iran, membuat banyak bangunan tidak lagi layak huni.
  • Serangan balasan Iran menyebabkan kerugian besar bagi Israel, dengan nilai mencapai 17,5 miliar dolar AS serta menewaskan 26 orang dan melukai ribuan lainnya.
  • Iran, Amerika Serikat, dan Israel telah menyepakati gencatan senjata dua pekan sejak 7 April, namun perjanjian itu akan berakhir pada 22 April mendatang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sebanyak lebih dari 1.000 apartemen di Kota Tel Aviv dilaporkan hancur akibat serangan balasan Iran ke Israel. Menurut keterangan Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai, saking hancurnya, apartemen tersebut sampai menjadi tidak layak lagi untuk ditinggali oleh para penghuni. 

"Lebih dari 1.000 apartemen di Tel Aviv tidak lagi layak huni karena kerusakan yang disebabkan oleh rudal dan pesawat nirawak milik Iran,” ujar Huldai kepada stasiun televisi Israel, Channel 12, Sabtu (18/4/2026), dikutip Anadolu Agency.

1. Iran kerap melakukan serangan balasan ke Kota Tel Aviv

potret Kota Tel Aviv, Israel (unsplash.com/Marat Badykov)

Sejak perang meletus pada 28 Februari 2026 lalu, Iran memang kerap meluncurkan serangan balasan ke Israel melalui Kota Tel Aviv. Di sana, Iran tercatat sudah meluncurkan ratusan serangan drone dan rudal. 

Menurut keterangan pasukan militer Israel (IDF), beberapa drone dan rudal yang ditembakkan Iran berhasil dilumpuhkan oleh sistem pertahanan udara. Namun, beberapa drone dan rudal lainnya kerap kali lolos dari deteksi sistem pertahanan udara. Ini membuat drone dan rudal tersebut berhasil menghantam infrastruktur publik dan rumah-rumah warga yang ada di Tel Aviv.

Serangan drone dan rudal Iran ini membuat warga Israel berbondong-bondong mengajukan asuransi kerusakan bangunan ke otoritas pajak. Data terbaru menunjukkan ada hampir 30.000 warga Israel yang sudah mengajukan asuransi kerusakan bangunan untuk merekonstruksi tempat tinggal mereka yang rusak imbas serangan Iran. 

2. Israel mengalami kerugian besar akibat serangan Iran

potret bendera Israel (pexels.com/Andrew Patrick Photo)

Imbas serangan balasan Iran, Israel mengalami kerugian ekonomi yang cukup besar. Seorang pejabat Israel yang tidak disebut namanya mengatakan, kerugian yang ditanggung pemerintah imbas serangan Iran sudah mencapai 17,5 miliar dolar Amerika Serikat atau setara Rp3 triliun.

Di samping itu, serangan balasan Iran juga telah menewaskan banyak warga Israel. Data terbaru menunjukkan serangan balasan Iran ke Israel yang dilakukan sejak awal Maret lalu sudah menewaskan sekitar 26 orang. Sementara itu, sekitar 2.600 lainnya dilaporkan mengalami luka-luka.

3. Perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel sudah mereda

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Kendati begitu, Iran saat ini sudah menghentikan serangan balasannya terhadap Israel dan AS. Sebab, Iran, AS, dan Israel sudah menyepakati gencatan senjata selama dua pekan pada 7 April pekan lalu. Gencatan senjata ini praktis menghentikan perang antara Iran melawan AS dan Israel. 

Namun, gencatan senjata antara Iran, AS, dan Israel dikabarkan bakal berakhir pada 22 April mendatang. Oleh karena itu, AS mengingatkan Iran untuk segera menyepakati perdamaian. Jika sampai gencatan senjata usai Iran tidak juga sepakat berdamai, AS mengancam akan menyerang Iran dengan kekuatan yang lebih besar. 

“Jika Iran membuat pilihan yang buruk (tidak menyepakati perdamaian dengan AS), maka mereka akan menghadapi blokade dan pengeboman terhadap infrastruktur, listrik, dan energi,” ujar Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, dilansir Jerusalem Post.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team