Ledakan terjadi pada pukul 04.00 waktu setempat di sebuah gedung tiga lantai di wilayah Bongmyeong-dong, distrik Heungdeok-gu, yang merupakan kawasan perpaduan antara permukiman dan pusat bisnis. Titik ledakan berasal dari lantai dasar, tepatnya di sebuah restoran China yang baru beroperasi selama satu hari.
Meski saat itu restoran sudah tutup dan tidak ada orang di dalam gedung, kekuatan ledakan menghancurkan bagian dalam lantai dasar. Suara ledakan terdengar oleh warga dalam radius ratusan meter, sementara getaran yang ditimbulkan memicu kepanikan warga sekitar.
Kerusakan tidak hanya menimpa gedung restoran, tetapi juga bangunan di sekitarnya. Serpihan puing terlempar hingga radius 100 meter dan getaran terasa hingga jarak 200 meter. Sejumlah papan nama toko hancur, dan beberapa mobil yang terparkir di depan gedung terbalik akibat tekanan udara dari ledakan. Di apartemen terdekat, banyak jendela yang terlepas dari bingkainya dan jatuh ke jalan.
Seorang warga bernama Kang, yang tinggal berjarak sekitar 70 meter dari lokasi, memberikan kesaksiannya.
"Awalnya saya pikir itu bom atau gempa bumi, jadi saya bersembunyi di dalam ruangan bersama istri saya," kata Kang, dilansir Korea Joongang Daily.
Setelah ledakan berhenti, ia mendapati seluruh kaca jendela di rumahnya hancur dan kabel listrik terputus.
Petugas pemadam kebakaran menerima laporan dan segera menuju lokasi untuk memadamkan potensi api serta mendispersi sisa gas di udara. Ledakan diduga terjadi karena gas LPG terkumpul di dalam ruangan tertutup sebelum akhirnya tersulut percikan api.
Pejabat setempat menjelaskan bahwa ledakan membesar karena tingginya volume gas yang bocor dari tangki penyimpanan di belakang restoran. Terdapat dua tangki LPG di lokasi, dan salah satunya terpantau masih mengalami kebocoran ringan saat petugas tiba. Kerugian akibat kejadian ini diperkirakan mencapai miliaran won. Pemerintah kota saat ini masih mendata total kerusakan bangunan di sepanjang jalan Bongmyeong-dong.