Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lindungi Anak, Uni Eropa Akan Atur Desain Fitur di TikTok, Meta, dan X
Bendera Uni Eropa (unsplash.com/Antoine Schibler)
  • Uni Eropa menyiapkan aturan baru dalam Digital Fairness Act untuk membatasi desain platform seperti TikTok, Meta, dan X demi melindungi anak dari dampak negatif media sosial.
  • Komisi Eropa menyoroti fitur adiktif seperti endless scrolling, autoplay, dan push notifications yang dinilai memperpanjang waktu penggunaan serta mengevaluasi kepatuhan batas usia di berbagai platform.
  • Ursula von der Leyen mengusulkan penundaan akses media sosial bagi anak-anak dengan pembentukan tim ahli independen guna merumuskan rekomendasi batas usia standar sebelum pertengahan tahun ini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Uni Eropa (UE) berencana merilis aturan baru untuk membatasi desain platform media sosial yang dinilai memicu penggunaan berlebih. Kebijakan ini disiapkan sebagai upaya perlindungan terhadap anak-anak dari risiko kesehatan mental akibat paparan platform digital secara terus-menerus.

Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen, menyatakan bahwa regulasi ini akan berfokus pada pengawasan platform besar seperti TikTok, Meta (Facebook dan Instagram), serta X. Aturan tersebut akan dimasukkan ke dalam Digital Fairness Act (DFA) yang ditargetkan selesai pada akhir tahun ini, sekaligus melengkapi Undang-Undang Layanan Digital (DSA) yang sudah berlaku.

1. Risiko digital terhadap kesehatan mental anak

ilustrasi anak bermain medsos (unsplash.com/Igor Starkov)

Von der Leyen menjelaskan bahwa penggunaan media sosial tanpa pengawasan yang memadai membawa sejumlah risiko bagi anak, mulai dari gangguan tidur, rasa cemas, perundungan siber, hingga masalah kesehatan mental lainnya. Ia menyebut kondisi psikologis anak dan remaja masih dalam tahap perkembangan sehingga lebih rentan terhadap tekanan dari dunia maya.

"Risiko ini bertambah dengan cepat," kata Ursula von der Leyen, dilansir BBC.

Ia menambahkan bahwa tingginya durasi penggunaan media sosial pada anak sangat dipengaruhi oleh cara kerja platform tersebut.

"Ini adalah hasil dari model bisnis yang menjadikan perhatian anak-anak sebagai komoditas," ujar Ursula von der Leyen.

2. Fitur media sosial yang menjadi sorotan

ilustrasi media sosial (pexels.com/Bastian Riccardi)

Komisi Eropa menyoroti sejumlah fitur platform yang didesain agar pengguna bertahan lebih lama di dalam aplikasi. Beberapa fitur tersebut meliputi gulir tanpa henti (endless scrolling), putar otomatis (autoplay), dan notifikasi dorong (push notifications). Von der Leyen menyebut TikTok sebagai salah satu platform yang sedang dievaluasi terkait penggunaan desain fitur tersebut.

Selain itu, Meta juga dinilai belum optimal dalam menerapkan aturan batas usia minimal 13 tahun bagi pengguna Instagram dan Facebook, berdasarkan laporan evaluasi Komisi Eropa pada bulan April lalu. Di sisi lain, UE juga sedang meninjau platform X terkait penggunaan fitur kecerdasan buatan Grok, khususnya dalam upaya pencegahan penyebaran konten manipulasi visual yang melibatkan anak di bawah umur.

3. Rencana penetapan batas usia akses media sosial

ilustrasi anak bermain medsos (unsplash.com/Emily Wade)

Sebagai langkah mitigasi, von der Leyen mengusulkan kebijakan penundaan akses media sosial (social media delay) untuk anak-anak dan remaja. Diskusi mengenai standardisasi batas usia minimal untuk menggunakan media sosial kini menjadi prioritas Komisi Eropa.

"Pertanyaannya bukan apakah anak muda boleh menggunakan media sosial, tetapi apakah media sosial boleh menjangkau anak muda," kata Ursula von der Leyen, dilansir Euronews.

Untuk merumuskan kebijakan yang tepat, Komisi Eropa telah membentuk tim ahli independen yang akan menyusun rekomendasi paling lambat Juli mendatang. Jika kajian tersebut dinilai sesuai, rancangan aturan hukumnya dapat diajukan pada pertengahan tahun ini.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team