Ditekan Eropa dan AS, Meta Perketat Aturan Akun Remaja

- Meta memperluas teknologi perlindungan akun remaja ke 27 negara Uni Eropa dan Facebook AS untuk meningkatkan keamanan pengguna berusia 13–18 tahun di platformnya.
- Meta menggunakan kecerdasan buatan untuk mendeteksi pengguna di bawah 13 tahun dengan menganalisis konten, ucapan, serta tanda fisik tanpa memakai pengenalan wajah.
- Pemerintah Eropa dan AS menekan Meta agar lebih tegas melindungi anak di dunia maya, termasuk melalui tuntutan hukum dan penerapan aturan Digital Services Act.
Jakarta, IDN Times - Meta Platforms mengumumkan perluasan teknologi perlindungan akun remaja ke 27 negara Uni Eropa dan platform Facebook di Amerika Serikat (AS) pada Selasa (5/5/2026). Langkah ini dilakukan agar pengguna di bawah umur lebih aman saat menggunakan internet dan media sosial.
Kebijakan baru ini merupakan jawaban Meta atas kekhawatiran masyarakat tentang keamanan anak di dunia maya, kesehatan mental remaja, dan penyebaran konten tidak pantas buatan kecerdasan buatan (AI). Selain itu, Meta juga diminta oleh pemerintah di berbagai negara untuk lebih tegas dalam menerapkan aturan batas usia pengguna.
1. Meta perluas fitur akun remaja ke Eropa dan AS
Meta akan mencari akun-akun yang kemungkinan milik remaja di 27 negara Uni Eropa, meskipun pengguna memasukkan tanggal lahir dewasa. Akun tersebut akan otomatis masuk ke dalam pengaturan "Teen Accounts" yang lebih aman. Pengaturan ini membatasi pesan dari orang yang tidak dikenal dan menyaring konten dengan lebih ketat.
Selain itu, Meta juga memakai teknologi ini di platform Facebook AS untuk pertama kalinya. Pembaruan ini adalah lanjutan dari fitur yang diluncurkan tahun lalu. Sebelumnya, akun remaja otomatis diatur menjadi privat atau pribadi, sehingga tidak bisa menerima pesan dari orang yang tidak mereka ikuti. Tujuannya adalah membuat pengalaman internet yang lebih aman dan sesuai usia bagi pengguna berumur 13 hingga 18 tahun.
"Teknologi ini akan diperluas ke 27 negara di Uni Eropa dan Facebook di AS untuk pertama kalinya. Untuk Inggris akan menyusul pada bulan Juni," kata perwakilan Meta melalui blog resminya, dilansir Channel News Asia.
2. Penggunaan AI untuk mencari pengguna di bawah 13 tahun
Meta juga menjelaskan cara mereka memakai kecerdasan buatan (AI) untuk mencari pengguna di bawah 13 tahun, yang merupakan batas usia minimal untuk membuat akun Instagram dan Facebook. Sistem ini tidak hanya melihat tanggal lahir yang diisi oleh pengguna, tetapi juga memeriksa isi akun secara keseluruhan. AI akan mencari petunjuk seperti ucapan selamat ulang tahun atau informasi kelas di sekolah.
Langkah baru lainnya adalah pemakaian analisis visual. Teknologi ini memeriksa foto dan video untuk mencari tanda usia dari fisik, seperti tinggi badan dan bentuk tulang. Meta menegaskan bahwa teknologi ini bukan alat pengenalan wajah.
"Kami ingin memperjelas bahwa ini bukan pengenalan wajah. AI kami hanya melihat tanda fisik secara umum, seperti tinggi badan atau bentuk tulang, untuk menebak usia seseorang. Sistem ini tidak mengenali identitas orang tertentu di dalam foto," kata pihak Meta, dilansir The Business Times.
Jika sistem menemukan akun yang kemungkinan milik anak di bawah 13 tahun, akun itu akan dimatikan sementara. Pemilik akun harus membuktikan usia aslinya jika tidak ingin akunnya dihapus secara permanen. Teknologi ini juga akan dipakai di fitur lain, seperti Instagram Reels, Instagram Live, dan Facebook Groups.
3. Tanggapan Meta atas permintaan pemerintah dan sidang pengadilan
Pengumuman Meta ini muncul saat pemerintah di berbagai negara, terutama di Uni Eropa, meminta aturan media sosial yang lebih ketat. Pada akhir April 2026, Komisi Eropa menyatakan Meta melanggar aturan Digital Services Act (DSA) karena gagal mencegah anak di bawah 13 tahun mengakses Instagram dan Facebook.
"Aturan keamanan yang ada saat ini belum berhasil. Anak-anak bisa dengan mudah melewati batas usia hanya dengan memasukkan tanggal lahir palsu tanpa ada pemeriksaan yang benar," kata perwakilan Komisi Eropa.
Komisi Eropa juga menilai alat pelaporan milik Meta sulit dipakai dan tidak selalu menindaklanjuti laporan tentang pengguna di bawah umur. Selain itu, sekitar 10 hingga 12 persen anak di bawah 13 tahun di Uni Eropa diperkirakan sudah memakai Instagram atau Facebook.
Di AS, negara bagian New Mexico pada Senin (4/5/2026) meminta pengadilan untuk mendenda Meta sebesar 3,7 miliar dolar AS (Rp64,14 triliun). Mereka juga meminta Meta mengubah sistemnya secara besar-besaran untuk melindungi anak muda. Permintaan hukum dari Eropa dan AS ini mendorong Meta untuk mempercepat penggunaan teknologi perlindungan remaja di seluruh dunia.









![[QUIZ] Tebak Nama Mata Uang dari Berbagai Negara, Yakin Jago?](https://image.idntimes.com/post/20241107/live-richer-ryq-gmdshhe-unsplash-fb4c605abf3a13e72dd29773febae8af.jpg)


![[QUIZ] Cari Tahu di Umur Berapa Kamu Akan Punya Uang Rp100 Juta Lewat Kuis Ini](https://image.idntimes.com/post/20241011/vitaly-taranov-ocrpjce6gpk-unsplash-2d56ee26a574eaf2b00cefe4e3b89b72.jpg)





