Jakarta, IDN Times - Presiden Lithuania, Gitanas Nauseda, mengungkapkan bahwa China memiliki sistem pemerintahan otoriter dan berbeda dengan Uni Eropa (UE). Menurutnya, China memiliki sistem pemerintahan yang sama seperti Belarus.
“Lithuania melihat risiko jika UE terlalu dekat dengan rezim China. Sebab China sudah menyuplai teknologi ganda ke Rusia dan mendukung pengalihan sanksi dan mendukung Moskow dalam perang,” tuturnya, dikutip dari LRT, Rabu (4/2/2026).
Beberapa tahun terakhir, hubungan bilateral China dan Lithuania turun ke level terendah. Buruknya hubungan kedua negara disebabkan pembukaan Kantor Perwakilan Taiwan di Vilnius.
