Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Makin Panas, Iran Klaim Serang Pusat Komando Militer AS di Suriah
ilustrasi serangan (unsplash.com/Emanuel Kypreos)
  • Korps Garda Revolusi Iran mengklaim menyerang pusat komando militer AS di Suriah sebagai balasan atas serangan AS ke Bandara Iranshahr yang menewaskan sejumlah tentara Iran.
  • AS melalui CENTCOM mengonfirmasi telah melancarkan gelombang serangan ke-6 terhadap infrastruktur publik dan target militer Iran, termasuk bandara, jembatan, serta fasilitas pertahanan udara.
  • Pemerintah Suriah belum merespons serangan Iran di wilayahnya, sementara ketegangan antara Iran dan AS terus meningkat tanpa tanda-tanda berakhir, memicu kekhawatiran konflik regional lebih luas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - Situasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) kini semakin memanas. Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dalam pernyataannya pada Jumat (17/7/2026) siang waktu setempat mengklaim telah meluncurkan serangan baru ke pusat komando militer AS yang ada di Suriah

IRGC menjelaskan, serangan ini dilakukan sebagai balasan karena pasukan AS telah menyerang Bandara Iranshahr di Iran timur pada Jumat pagi. Dilansir Jerusalem Post, serangan tersebut telah menewaskan sejumlah anggota militer Iran. Sementara itu, satu orang lainnya dikabarkan luka-luka.     

1. Serangan ke Bandara Iranshahr merupakan bagian serangan AS ke infrastruktur publik Iran

potret bandara (pexels.com/分 参)

Serangan ke Bandara Iranshahr tadi merupakan bagian dari serangan pasukan militer AS ke infrastruktur publik Iran. Selain bandara tersebut, militer Negeri Paman Sam juga menyerang infrastruktur publik lainnya yang ada di Iran, termasuk sebuah jembatan di Kota Bandar Khamir.

Komando Tengah (CENTCOM) militer AS mengatakan, serangan terhadap infrastruktur publik Iran ini merupakan gelombang serangan ke-6 yang sudah mereka lakukan sejak pekan lalu. Menurut CENTCOM, serangan tersebut sudah menewaskan setidaknya tujuh orang. 

"Pasukan AS, termasuk jet tempur, drone udara, dan kapal perang, meluncurkan amunisi presisi yang menghantam puluhan target militer Iran, seperti situs pengawasan pantai dan pertahanan udara, infrastruktur logistik militer, dan kemampuan maritim," bunyi pernyataan resmi CENTCOM, seperti dilansir Euronews.

2. Suriah belum memberi respons soal serangan Iran

potret bendera Suriah (pexels.com/Ahmed akacha)

Hingga saat ini, Pemerintah Suriah belum memberikan respons terkait serangan Iran ke pusat komando militer AS yang ada di wilayahnya. Di sisi lain, militer AS juga belum memberikan pernyataan soal serangan terhadap markasnya di Suriah. 

Terlepas dari itu, serangan ini berpotensi menarik Suriah ke dalam konflik antara Iran dan AS. Padahal, Presiden Suriah, Ahmed Al-Sharaa, pernah mengatakan bahwa ia tidak akan terlibat perang antara Teheran dan Washington, kecuali Iran menyerang mereka. 

"Kecuali jika Suriah menjadi sasaran pihak mana pun, Suriah akan tetap berada di luar konflik apa pun," kata Al-Sharaa dalam pernyataannya pada Maret lalu.

3. Belum ada tanda-tanda perang Iran dengan AS akan berakhir

ilustrasi perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel (unsplash.com/Saifee Art)

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda yang menunjukkan bahwa perang Iran dengan AS bakal berakhir. Sebab, kedua negara kini masih terlibat aksi saling serang. Bahkan, Trump juga mengancam akan menyerang semua jembatan dan pembangkit listrik milik Iran pada pekan depan jika mereka enggan melanjutkan negosiasi dengan AS.

Jika perang Iran dan AS terus berlanjut, konflik berpotensi meluas ke seluruh Kawasan Timur Tengah. Apalagi, saat ini, Iran juga sudah menyerang markas militer AS di negara-negara Teluk. Beberapa di antaranya, seperti di Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania.  

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article