Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kebakaran Hutan di Kanada Bikin Kualitas Udara AS Jelek

Kebakaran Hutan di Kanada Bikin Kualitas Udara AS Jelek
Kabut tebal dan langit berwarna oranye menyelimuti New York imbas kebakaran hutan Kanada. (Anthony Quintano from Mount Laurel, United States, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)
Intinya Sih
  • Asap dari ratusan kebakaran hutan di Kanada menyebar ke lebih dari 20 negara bagian AS, memicu peringatan kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya bagi jutaan warga.
  • Pemerintah New York memperpanjang rencana darurat dan membuka cooling centre serta membagikan masker KN95 karena suhu tinggi dan asap pekat masih menyelimuti wilayah tersebut.
  • Politisi Partai Republik Michigan mengkritik penanganan kebakaran Kanada, sementara PM Mark Carney menegaskan pentingnya tanggung jawab bersama menghadapi perubahan iklim yang memperburuk frekuensi kebakaran.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times Asap dari kebakaran hutan yang melanda Kanada bagian tengah-selatan menyebar ke Amerika Serikat (AS) dan memicu peringatan kualitas udara di lebih dari 20 negara bagian. Jutaan warga diperkirakan akan menghirup udara tidak sehat sepanjang pekan ini.

Dilansir ABC News, sejumlah kebakaran terbesar terjadi di Ontario bagian barat-tengah. Kobaran api menghanguskan kawasan hutan lebat dan menghasilkan asap dalam jumlah besar yang kemudian terbawa angin ke wilayah Midwest bagian atas dan Timur Laut AS.

Berdasarkan data Sistem Informasi Kebakaran Hutan Kanada, terdapat 858 kebakaran hutan aktif di Kanada, termasuk 30 titik api baru yang muncul pada Kamis (16/7/2026). Sebagian besar di antara kebakaran tersebut masih belum terkendali.

Peringatan kualitas udara diberlakukan di sejumlah negara bagian di AS. Peringatan itu telah dilaporkan di North Carolina, Minnesota, Vermont, Connecticut, New York, Massachusetts, Rhode Island, New Jersey, New Hampshire, Pennsylvania, Illinois, Indiana, Ohio, Delaware, West Virginia, Colorado, Virginia, Maryland, Washington DC, Michigan, dan Wisconsin.

1. Kepungan asap diperkirakan berlangsung hingga akhir pekan

kualitas udara buruk di AS
ilustrasi kualitas udara buruk di AS (djloche, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Prakiraan cuaca menunjukkan kondisi berasap diperkirakan masih akan bertahan hingga Jumat dan berpotensi berlanjut hingga akhir pekan. Senator dari Massachusetts, Ed Markey, mengatakan bahwa gelombang asap kebakaran hutan diperkirakan akan semakin sering terjadi seiring dengan prakiraan El Niño yang memecahkan rekor tahun ini.

Sejumlah acara di luar ruangan telah dibatalkan setelah para pejabat mendesak masyarakat untuk tetap berada di dalam ruangan. Otoritas menekankan dampak kesehatan yang berbahaya akibat menghirup asap.

Pada Kamis, kualitas udara di sebagian wilayah Pennsylvania, New York, Ohio, Michigan, Illinois, Wisconsin, Minnesota, dan Indiana masuk kategori sangat tidak sehat. Selain itu, beberapa wilayah Pennsylvania, Michigan, termasuk sekitar Detroit, serta sebagian Ohio, Illinois, Wisconsin, dan Minnesota, kualitas udara bahkan mencapai kategori berbahaya sehingga warga diminta tetap berada di dalam rumah.

Menurut pemantau kualitas udara global, IQAir, asap dari lebih dari 180 kebakaran aktif di Ontario utara telah menjadikan Chicago sebagai kota dengan kualitas udara terburuk di dunia pada Kamis. Peringkat itu diikuti oleh Detroit dan Minneapolis.

2. New York memperpanjang operasi rencana darurat

Kabut tebal New York AS
Kabut tebal dan langit berwarna oranye menyelimuti New York imbas kebakaran hutan Kanada. (Anthony Quintano from Mount Laurel, United States, CC BY 2.0, via Wikimedia Commons)

Pemerintah New York memperpanjang pelaksanaan rencana darurat gelombang panas seiring memburuknya kualitas udara akibat asap kebakaran. Ratusan cooling centre dibuka dan masker KN95 dibagikan kepada masyarakat. Pemerintah kota menyatakan suhu tinggi serta asap dari kebakaran besar yang masih menyebar di barat Ontario terus bergerak menuju kawasan tersebut.

Di New York City, langit tampak diselimuti kabut berwarna jingga dan udara berbau menyengat. Otoritas setempat meminta warga agar mengurangi aktivitas di luar ruangan, terutama lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru.

Dilaporkan oleh The Guardian, pejabat New York juga memperingatkan bahwa kondisi saat ini berpotensi menjadi peristiwa asap kebakaran terbesar sejak 2023, ketika asap dari Kanada menyelimuti kota dan mendorong kualitas udara ke tingkat berbahaya. Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kondisi saat ini belum menyamai puncak krisis pada 2023.

Otoritas cuaca mengatakan asap kebakaran masih akan mengurangi jarak pandang dan memperburuk kualitas udara hingga Kamis malam. Pihaknya juga mengatakan bahwa hujan diperkirakan mulai turun pada Sabtu.

3. Partai Republik kritik penanganan kebakaran Kanada

ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Joanne Francis)
ilustrasi kebakaran hutan (unsplash.com/Joanne Francis)

Sejumlah anggota Partai Republik di negara bagian Michigan mengirim surat terbuka kepada Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, untuk mendesak perbaikan pengelolaan kebakaran hutan. Mereka menyatakan frustrasi karena asap dari kebakaran negara tersebut telah memengaruhi wilayah AS selama tiga tahun berturut-turut.

Profesor geografi dan lingkungan dari University of Western Ontario, Laura Chasmer, mengatakan bahwa kebakaran hutan memang merupakan bagian dari siklus alami hutan boreal Kanada. Namun, frekuensi kebakaran telah meningkat sejak 2015 akibat pemanasan iklim yang semakin ekstrem dan kondisi permukaan yang lebih kering, mengutip BBC.

Chasmer menambahkan bahwa jika sebelumnya kebakaran besar lebih banyak terjadi di Kanada bagian barat, dalam beberapa tahun terakhir titik api bergeser ke Ontario, Quebec, dan beberapa provinsi Atlantik lainnya. Pergeseran tersebut menyebabkan asap semakin sering menyelimuti kota-kota padat penduduk, seperti Toronto dan New York.

Menanggapi kritik dari anggota parlemen AS, Carney mengatakan bahwa Kanada dan AS memiliki tanggung jawab bersama dalam menghadapi perubahan iklim. Carney juga memastikan pemerintahnya terus berkoordinasi secara intensif dengan pemerintah daerah dan komunitas yang terdampak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More