Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bendera Hungaria. (pexels.com/sara)
Bendera Hungaria. (pexels.com/sara)

Intinya sih...

  • Hungaria resmi panggil Duta Besar Ukraina

  • Orban sebut pemimpin Ukraina mengancam Hungaria

  • Oposisi Hungaria punya elektabilitas yang lebih tinggi dibanding Orban

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kementerian Luar Negeri Ukraina, pada Rabu (28/1/2026), memanggil Duta Besar Hungaria di Kiev, Antal Heizer untuk memrotes pernyataan menyinggung dari pemerintah Hungaria. Sebab, Ukraina dituding mengintervensi pemilihan umum (pemilu) di Hungaria. 

Dilansir Ukrinform, Ukraina medesak Hungaria untuk tidak mengungkapkan pernyataan anti-Ukraina. Pernyataan tersebut hanya akan memanaskan tensi kedua negara Eropa tersebut. 

Sebelumnya, Perdana Menteri Hungaria, Viktor Orban mengaku tidak akan pernah menerima aksesi Ukraina menjadi anggota Uni Eropa (UE). Ia memastikan Hungaria akan menolak aksesi Ukraina hingga 100 tahun ke depan. 

1. Hungaria resmi panggil Duta Besar Ukraina

Menteri Luar Negeri Hungaria, Peter Szijjarto mengumumkan pemanggilan Duta Besar Ukraina di Budapest soal tuduhan intervensi pemilu. Menurutnya, Kiev aktif dalam menyuarakan dukungan kepada partai oposisi. 

“Hari ini, kami memanggil Dubes Ukraina di Budapest. Kami tidak bisa menoleransi segala intervensi asing dalam pemilu Hungaria, termasuk upaya Ukraina untuk mempengaruhi hasil pemilu dan mendukung Partai Tisza,” ujarnya, dilansir United24.

Szijjarto menuduh Ukraina sudah menggelar kampanye terbuka untuk mendukung Partai Tisza. Ia menekankan bahwa masa depan Hungaria hanya dapat ditentukan oleh rakyat Hungaria dan langkah ini untuk melindungi kedaulatan negara.  

2. Orban sebut pemimpin Ukraina mengancam Hungaria

Pada saat yang sama, Orban mengatakan bahwa pemimpin Ukraina telah mengancam Hungaria dengan intervensi politik. Dengan ini, ia akan menolak segala aksesi Ukraina untuk menjadi anggota UE. 

“Pemimpin Ukraina telah melanggar batas. Kami tidak mencari konflik dengan negara lain. Namun, dalam beberapa hari hingga sekarang, Hungaria sudah ditodong oleh Ukraina,” katanya, dikutip dari TRT World.

Selain itu, Orban mengaku tidak akan takut pada tekanan dari negara lain kepada Hungaria. Ia menekankan tidak akan mengirimkan bantuan finansial ke Ukraina dan menolak pemblokiran minyak dan gas impor dari Rusia. 

3. Oposisi Hungaria punya elektabilitas yang lebih tinggi dibanding Orban

Sebelumnya, Orban menyebut, intelijen Hungaria berhasil mengidentifikasi upaya Ukraina untuk mempengaruhi pemilu di negaranya. Namun, langkah itu diduga untuk mengalihkan pilihan warga agar menaikkan elektabilitasnya di pemilu. 

Dilansir TVP World, Pakar Politik dan Jurnalis, Stuart Dowell mengungkapkan bahwa pernyataan Orban tidak disertai bukti. Menurutnya, kampanye eksternalisasi Orban ini menunjukkan kerapuhan politik Orban dalam beberapa tahun terakhir. 

Dalam survei terakhir, oposisi Hungaria yang dipimpin Peter Magyar berhasil meraup 51 persen suara dibanding Partai Fidesz yang hanya 39 persen. Temuan ini menunjukkan adanya krisis kepercayaan kepada Orban yang sudah memimpin Hungaria sejak 2010. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team