Madinah, IDN Times - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Daerah Kerja (Daker) Madinah telah mematangkan skema pendorongan jemaah haji gelombang pertama menuju Makkah, Kamis (30/04/2026) pagi waktu Arab Saudi. Pergerakan antarkota suci ini diatur melalui Standar Operasional Prosedur (SOP) yang ketat demi memastikan ketertiban, keamanan, dan perlindungan ekstra bagi jemaah kategori lanjut usia (lansia) serta penyandang disabilitas.
Kepala Daker Madinah, Khalilulrahman, menjelaskan bahwa alur keberangkatan dari hotel menuju Makkah telah dijadwalkan secara presisi. Delapan jam sebelum keberangkatan, seluruh koper bagasi jemaah sudah harus diturunkan ke lobi hotel. Koper-koper tersebut nantinya akan diangkut dan dimasukkan ke dalam bus oleh para pekerja atau ummal.
Selanjutnya, empat jam sebelum waktu keberangkatan, armada bus mulai digerakkan dari pool, sehingga diproyeksikan bus sudah tiba dan bersiaga di depan hotel masing-masing sekitar tiga jam sebelum keberangkatan. Meskipun bus telah tiba, jemaah dilarang langsung naik atau turun ke lobi secara acak.
Petugas layanan transportasi akan terlebih dahulu memverifikasi bus bersama pihak syarikah dan menempelkan stiker penanda sesuai urutan rombongan. Setelah proses administrasi dan muat bagasi selesai, barulah jemaah diarahkan masuk ke bus secara bertahap. Di titik inilah peran Ketua Rombongan dan Ketua Regu sangat vital untuk menggerakkan jemaahnya agar tidak terjadi penumpukan.
