Bendera Malaysia. (Unsplash.com/mkjr_)
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah memperingatkan bahwa kasus TBC di Malaysia mungkin kurang dilaporkan. Meskipun negara tersebut melaporkan tingkat kejadian sekitar 70 infeksi TBC per 100 ribu orang dari 2023-2024, tetapi WHO memperkirakan bahwa angka sebenarnya bisa mendekati 110 per 100 ribu.
Menurut para dokter Malaysia, keberadaan klaster aktif menunjukkan penularan TBC belum berhenti dan semakin sulit dilacak. Mereka memperingatkan bahwa penyakit ini akan lebih sulit dikendalikan setelah menyebar di luar rumah tangga ke tempat kerja, asrama, penjara, atau sekolah.
Venu Gopalan, seorang dokter yang berbasis di Kuala Lumpur, mengatakan data kesehatan resmi menunjukkan sekitar 85 persen pasien TBC didominasi oleh warga lokal, dengan warga asing menyumbang kasus sisanya.
"Pengobatan tipikal terhadap TBC membutuhkan waktu setidaknya enam bulan. Penting bagi pasien untuk mendapatkan perawatan sedini mungkin. Sebab, mereka dapat menjadi tidak menular dalam waktu dua minggu dan pulih sepenuhnya tanpa menderita kerusakan paru-paru," kata Venu, dikutip dari SCMP.