Jakarta, IDN Times - Majalah internasional The Economist menyoroti arah kebijakan Presiden RI Prabowo Subianto yang dinilai membawa risiko terhadap stabilitas ekonomi dan demokrasi Indonesia. Dalam artikel terbarunya, media asal Inggris itu menilai, sejumlah kebijakan pemerintahan Prabowo berpotensi membebani keuangan negara di tengah tekanan ekonomi global.
Artikel tersebut menyinggung kondisi Indonesia yang disebut berada di jalur berisiko akibat kombinasi belanja besar pemerintah, tekanan fiskal, hingga sentralisasi kekuasaan politik. The Economist juga menyoroti kekhawatiran investor terhadap kondisi ekonomi Indonesia dalam beberapa bulan terakhir.
“Prabowo Subianto sedang mengikis keuangan negaranya—dan juga demokrasinya,” tulis The Economist dalam artikelnya yang dikutip IDN Times, Jumat (15/5/2026).
Media itu mengaitkan situasi saat ini dengan krisis ekonomi Asia 1998 yang pernah mengguncang Indonesia dan menjatuhkan Presiden Soeharto, mertua Prabowo. Menurut artikel tersebut, pengalaman masa lalu seharusnya membuat pemerintah lebih berhati-hati terhadap potensi krisis fiskal baru.
Namun, The Economist menilai kebijakan yang diambil Prabowo justru bergerak ke arah sebaliknya. Artikel itu menyoroti proyek-program besar pemerintah yang dianggap memerlukan biaya sangat tinggi di tengah tekanan ekonomi global dan kenaikan harga energi.
