Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kim Jong Un dan Menteri Pertahanan Rusia berpartisipasi dalam serangkaian upacara resmi untuk merayakan peringatan 70 tahun Hari Kemenangan dalam Perang Pembebasan Tanah Air Besar. (Mil.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)
Kim Jong Un dan Menteri Pertahanan Rusia berpartisipasi dalam serangkaian upacara resmi untuk merayakan peringatan 70 tahun Hari Kemenangan dalam Perang Pembebasan Tanah Air Besar. (Mil.ru, CC BY 4.0, via Wikimedia Commons)

Intinya sih...

  • Putra sulung tak pernah tampil publik, keberadaannya hanya diketahui dari hasil analisis intelijen.

  • Ju Ae sering tampil di acara strategis negara, menyampaikan pandangannya terkait kebijakan tertentu.

  • Ju Ae ditempatkan sebagai figur simbol dinasti, memperkuat gambaran kesinambungan dinasti di mata rakyat dan elite partai.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) menilai Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, telah menunjuk putrinya, Kim Ju Ae, sebagai calon penerusnya. Ju Ae yang diperkirakan berusia sekitar 13 tahun dinilai makin sering tampil dalam agenda resmi berskala besar.

Penilaian tersebut disampaikan NIS kepada anggota parlemen pada Kamis (12/2/2026). Frekuensi kemunculan Ju Ae yang kian intens dan sorotan yang ia terima menjadi dasar utama analisis tersebut. Sejumlah indikator kemudian dipaparkan NIS untuk menjelaskan penilaian itu.

1. Putra sulung tak pernah tampil publik

ilustrasi berpegangan tangan (pexels.com/Pixabay)

Dilansir dari BBC, NIS mengungkapkan bahwa Kim Jong Un memiliki seorang putra sulung. Namun anak laki-laki tersebut tak pernah diperkenalkan secara resmi ataupun dimunculkan dalam pemberitaan media Korea Utara, sehingga keberadaannya hanya diketahui dari hasil analisis intelijen.

Lembaga itu juga menyatakan belum dapat memastikan dugaan bahwa sang putra memiliki kendala fisik atau mental yang membuatnya tak memenuhi kriteria sebagai penerus. Ketiadaannya sepenuhnya dari ruang publik menjadi faktor penting dalam penilaian NIS.

Di sisi lain, Ju Ae justru memperoleh sorotan khusus dari media resmi. Ia disebut dengan ungkapan penuh penghormatan seperti “anak yang dicintai” dan “dihormati”, berbeda jauh dari absennya sang putra dalam seluruh narasi resmi rezim.

2. Ju Ae sering tampil di acara strategis negara

ilustrasi rudal (pexels.com/Aseem Borkar)

Dilansir dari Mundo America, kemunculan Ju Ae di media negara pertama kali terjadi pada November 2022. Saat itu ia mendampingi kedua orang tuanya dalam uji coba rudal balistik antarbenua Hwasong-17 dan setelahnya terus hadir dalam berbagai agenda penting dalam waktu relatif singkat.

Ia terlihat dalam parade militer, peresmian proyek, kegiatan olahraga, hingga kunjungan ke Kumsusan Palace of the Sun. NIS mencatat bahwa dalam beberapa kesempatan Ju Ae mulai menyampaikan pandangannya terkait kebijakan tertentu.

Pola tersebut disebut mengikuti tradisi suksesi keluarga Kim sebelumnya. Calon penerus biasanya diperkenalkan secara bertahap dan diberi tanggung jawab yang terus meningkat jauh sebelum pergantian kekuasaan, sementara usia Ju Ae yang masih muda memberi ruang waktu lebih panjang untuk membangun pengalaman serta penerimaan di kalangan elite dan masyarakat.

3. Ju Ae ditempatkan sebagai figur simbol dinasti

Bendera Korea Utara (unsplash.com/Mike Bravo)

Media negara kerap menampilkan Ju Ae di posisi sentral berdampingan dengan Kim Jong Un. Dalam sejumlah foto resmi, ia berada dalam posisi sejajar bahkan tampak lebih menonjol dibanding figur lain, dilansir dari NPR.

Representasi tersebut membangun citra Kim Jong Un sebagai sosok ayah yang penuh perhatian. Visual itu juga menegaskan keberlanjutan garis keturunan keluarga Kim, termasuk melalui penerbitan stempel pos bergambar ayah dan anak di lokasi uji rudal.

Peran Ju Ae dalam pemberitaan resmi disebut melampaui simbol generasi berikutnya. Ia mulai diposisikan sebagai figur yang menerima penghormatan tingkat tinggi, yang sekaligus memperkuat gambaran kesinambungan dinasti di mata rakyat dan elite partai.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team