Jakarta, IDN Times - Kemajuan Turki sebagai salah satu negara paling berpengaruh di Timur Tengah membuatnya berusaha kembali membangun kepercayaan dan kerja sama dengan negara-negara Arab. Dilansir dari Reuters, Selasa (1/6/2021), Presiden Republik Turki Recep Tayyip Erdogan beranggapan bahwa Turki akan selalu berupaya untuk memperbaiki hubungannya bersama Negara Arab atas "basis yang saling menguntungkan".
Lunturnya kebersamaan antara Turki dan negara Arab merupakan imbas dari gerakan Arab Spring pada 2011 yang menjamur ke berbagai negara di Timur Tengah. Kejatuhan rezim-rezim yang sebelumnya dekat dengan Turki, menempatkan Ankara pada posisi yang kurang strategis dalam persaingan geopolitik di Timur Tengah yang sangat dinamis. Ditambah lagi dengan maraknya gejolak politik domestik di tanah Arab pasca Arab Spring.
Berikut merupakan penjelasan hubungan rumit yang dimiliki Turki dan Negara Arab yang tengah diperbaiki.
