Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu (DedaSasha, CC BY-SA 4.0 , via Wikimedia Commons)
Unggahan terbaru Asif segera menuai kecaman dari Israel. Dalam pernyataan di X, kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut komentar itu keterlaluan.
“Ini bukan pernyataan yang bisa ditoleransi dari pemerintah mana pun, terlebih lagi dari pihak yang mengklaim diri sebagai penengah netral untuk perdamaian,” kata kantor tersebut.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Israel, Gideon Saar, menyebut pernyataan Asif sebagai fitnah antisemit yang terang-terangan.
“Menyebut negara Yahudi 'kanker' berarti menyerukan pemusnahannya. Israel akan membela diri terhadap para teroris yang bersumpah untuk menghancurkannya,” tulisnya di X.
serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)
Militer Israel telah mengintensifkan serangan di Lebanon sejak Rabu (8/4/2026), saat gencatan senjata antara AS dan Iran mulai berlaku. Pertahanan Sipil Lebanon melaporkan sedikitnya 303 orang tewas dan 1.150 lainnya terluka. Secara keseluruhan, jumlah korban sejak perang Israel di Lebanon kembali meletus pada 2 Maret 2026 kini mencapai 1.888 orang, dengan 6.092 lainnya terluka.
Sementara itu, perundingan damai antara AS dan Iran, yang bertujuan mengakhiri perang AS-Israel terhadap Iran, dijadwalkan dimulai pada Sabtu di Islamabad. Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, mengatakan bahwa delegasi Iran tidak akan menghadiri perundingan tersebut sampai Israel menghentikan serangannya di Lebanon.
Baik Pakistan dan Iran menyatakan bahwa kesepakatan gencatan selama 2 pekan tersebut juga mencakup Lebanon. Namun, AS dan Israel menegaskan hal sebaliknya.