Jakarta, IDN Times - Menteri Pertahanan Venezuela, Vladimir Padrino Lopez mengatakan tim paspampres Nicholas Maduro tewas dalam serangan militer Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (3/1/2026). Namun, ia tidak memberikan informasi mengenai jumlah anggota tim keamanan Maduro yang tewas di komplek militer itu. Lopez juga menolak penculikan keji terhadap Maduro yang dilakukan oleh militer Negeri Paman Sam.
"Angkatan bersenjata Republik Bolivariana Venezuela dengan tegas menolak penculikan keji terhadap Presiden konstitusional Republik Bolivariana Venezuela, Panglima tertinggi kami dan Ibu Negara, Cilia Flores de Maduro, sebuah peristiwa yang dilakukan pada Sabtu, 3 Januari kemarin setelah sebelumnya membunuh secara kejam dan berdarah dingin sebagian besar tim pengamanan mereka, para prajurit dan warga sipil yang tak bersalah," ujar Lopez ketika memberikan pernyataan lewat televisi pada Minggu (4/1/2025).
Pernyataan yang ia bacakan itu kemudian diunggah di akun media sosialnya tak lama setelah jumpa pers. Keterangan dari Lopez juga untuk merespons banyak tanda tanya publik mengenai kemampuan militer Venezuela dalam upaya mencegah Maduro dan istrinya diculik oleh pasukan Delta Negeri Paman Sam.
Lopez pun meminta agar Maduro dan istrinya bisa cepat dibebaskan. Sementara, keduanya akan muncul kali pertama di Pengadilan Federal Manhattan pada Senin siang waktu setempat dengan tuduhan terlibat dalam peredaran narkotika dan senjata.
"Kami menuntut dunia dengan cermat memperhatikan apa yang terjadi di Venezuela. Itu semua melanggar kedaulatan dan konstitusi kami," katanya.
