Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

AS Tangkap Maduro, RI Ingatkan Bahaya Penggunaan Kekuatan ke Kedaulatan

Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores
Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores (President.az, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)
Intinya sih...
  • Indonesia menilai penggunaan kekuatan berisiko merusak stabilitas kawasan dan melemahkan prinsip kedaulatan negara.
  • Kemlu RI menekankan pentingnya dialog dan perlindungan hak rakyat Venezuela.
  • Desakan untuk menahan diri, mengedepankan jalur diplomasi, dan mematuhi hukum internasional.
  • Perlindungan warga sipil harus menjadi prioritas utama dalam konflik bersenjata.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Pemerintah Indonesia menyatakan keprihatinan mendalam atas eskalasi konflik di Venezuela menyusul klaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dalam operasi militer berskala besar. Indonesia menilai penggunaan kekuatan berisiko merusak stabilitas kawasan dan melemahkan prinsip kedaulatan negara.

Dalam pernyataan resminya, Kementerian Luar Negeri RI menegaskan Indonesia terus mencermati perkembangan situasi di Venezuela dengan saksama.

“Indonesia menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas setiap tindakan yang melibatkan penggunaan atau ancaman kekuatan, yang berisiko menciptakan preseden berbahaya dalam hubungan internasional,” demikian pernyataan Kemlu RI yang diunggah di akun X resmi, Minggu (4/1/2026).

1. Indonesia serukan dialog dan perlindungan warga sipil

Kementerian Luar Negeri RI. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)
Kementerian Luar Negeri RI. (IDN Times/Marcheilla Ariesta)

Kemlu RI menekankan, komunitas internasional harus menghormati hak rakyat Venezuela dalam menentukan masa depan bangsanya tanpa intervensi eksternal.

“Penting bagi komunitas internasional untuk menghormati hak dan kehendak rakyat Venezuela dalam menjalankan kedaulatan mereka serta menentukan sendiri arah dan masa depan bangsa mereka,” ujar Kemlu.

Indonesia juga mendesak semua pihak untuk menahan diri dan mengedepankan jalur diplomasi.

“Indonesia menyerukan kepada semua pihak agar mengedepankan dialog dan menahan diri, serta mematuhi hukum internasional, termasuk prinsip-prinsip yang tertuang dalam Piagam PBB dan hukum humaniter internasional,” lanjut pernyataan tersebut.

Kemlu RI menegaskan perlindungan warga sipil harus menjadi prioritas utama dalam setiap konflik bersenjata.

2. AS tangkap Maduro dan istrinya, dibawa ke New York

Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores
Presiden Venezuela, Nicolás Maduro dan istrinya Cilia Flores (Joka Madruga, CC BY 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/2.0>, via Wikimedia Commons)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan, militer AS telah menangkap Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya, Cilia Flores, dalam operasi militer besar-besaran pada Sabtu (3/1/2026).

“Operasi ini dilakukan bekerja sama dengan penegak hukum AS,” kata Trump melalui akun Truth Social.

Sebagai respons, pemerintah Venezuela menetapkan status keadaan darurat nasional. Dalam pernyataan resminya, pemerintah menyebut langkah tersebut diambil untuk menjaga stabilitas negara dan menghadapi eskalasi militer.

“Keadaan darurat diberlakukan untuk melindungi hak-hak penduduk, menjamin fungsi lembaga-lembaga republik, dan memulai transisi menuju perjuangan bersenjata,” demikian pernyataan pemerintah Venezuela.

3. Trump ancam pemimpin negara lain juga

WhatsApp Image 2026-01-04 at 12.10.38 AM.jpeg
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump berikan keterangan tentang penangkapan Nicolas Maduro. (Youtube/The White House)

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memberi ancaman kepada semua tokoh politik dan militer Venezuela, usai menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro. Dia menyebut para tokoh tersebut bisa bernasib sama seperti Maduro.

"Semua tokoh politik dan militer di Venezuela harus memahami bahwa apa yang terjadi pada Maduro dapat terjadi pada mereka," ujar Trump dalam pidatonya, Sabtu (3/1/2026).

Trump menyebut, tak segan menangkap para tokoh politik dan militer Venezuela, jika mereka tak berlaku adil pada rakyat.

"Itu (penangkapan layaknya Maduro) akan terjadi pada mereka jika mereka tidak adil, bahkan kepada rakyat mereka sendiri. Diktator dan teroris Maduro akhirnya pergi dari Venezuela, rakyat bebas, mereka bebas lagi," ujar Trump.

4. Minyak Venezuela jadi incaran AS

ilustrasi kilang minyak
ilustrasi kilang minyak (pexels.com/Jan-Rune Smenes Reite)

Trump menuding Venezuela gagal bekerja sama dalam pemberantasan narkotika dan menuduh Maduro terlibat dalam aktivitas ‘terorisme narkoba’ yang disebut berdampak langsung pada Amerika Serikat. Bahkan penangkapan Maduro dilakukan oleh unit elit yang membunuh teroris ISIS Abu Bakr al-Baghdadi.

Serangan terbaru ini menjadi operasi darat langsung pertama AS di Venezuela sejak rangkaian serangan udara dimulai pada September 2025. Trump juga menyatakan AS akan memanfaatkan cadangan minyak Venezuela dan melibatkan perusahaan-perusahaan energi besar asal Amerika untuk investasi bernilai miliaran dolar.

Venezuela sendiri diketahui memiliki cadangan minyak terbukti terbesar di dunia, namun warganya tidak menikmati kekayaan mereka. Sementara saat ini hanya Chevron yang masih beroperasi di negara tersebut di tengah sanksi internasional.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Anata Siregar
EditorAnata Siregar
Follow Us

Latest in News

See More

Prabowo dan Kabinet Merah Putih Retret di Hambalang Besok

05 Jan 2026, 16:02 WIBNews