Jakarta, IDN Times – Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada Senin (12/12/2026) menyebut rangkaian protes anti-pemerintah yang masih terjadi di negaranya bukan lagi aksi unjuk rasa biasa, melainkan bentuk perang teror yang diarahkan ke negara. Ia mengatakan aparat telah mengantongi bukti berupa rekaman suara yang berisi perintah kepada elemen teroris untuk menembaki warga sipil dan pasukan keamanan.
Dalam penjelasan lanjutan, Araghchi menyampaikan bahwa kelompok tersebut juga menyerang gedung pemerintahan, kantor kepolisian, dan pertokoan, serta mengklaim otoritas memiliki dokumentasi visual pembagian senjata kepada demonstran. Informasi itu disampaikan Araghchi dalam pernyataan yang dikutip Anadolu Agency.
Protes sendiri, menurut penuturan Araghchi, bermula pada 28 Desember 2025 sebagai demonstrasi damai para pedagang yang mempersoalkan anjloknya nilai rial Iran dan memburuknya kondisi ekonomi sebelum berubah menjadi aksi kekerasan. Ia juga mengklaim sebagian besar korban tewas tertembak dari belakang, sehingga menurutnya pasukan keamanan tak bertanggung jawab atas kematian tersebut karena serangan justru datang dari elemen teroris terhadap demonstran dan aparat.
