Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mewanti-wanti perang di Timur Tengah dapat memicu krisis baru terjadi di Benua Asia. Pernyataan itu disampaikan di tengah-tengah realita sudah terjadi gangguan pasokan energi dari Timur Tengah.
Pemerintah Iran membantah menutup Selat Hormuz. Mereka mengatakan telah memberikan izin bagi sejumlah kapal tanker dari negara yang dianggap sahabat untuk tetap melintas. Ini lah yang jadi pemicu gangguan pasokan energi di kawasan Asia. Apalagi 20 persen pasokan energi global melewati jalur Selat Hormuz.
Vivian menilai ekonomi di seluruh dunia tersandera perang di Timur Tengah. "Penutupan Selat Hormuz, rasanya seperti krisis Asia," ujar Vivian yang dikutip dari wawancara khususnya di situs resmi Kemlu Singapura pada Jumat (27/3/2026).
Ia mengingatkan, Asia amat bergantung pada ekspor energi dan produk turunannya dari Timur Tengah. Menurut data, hampir 60 persen bahan baku minyak mentah dan nafta petrokimia Asia diimpor dari Timur Tengah.
