Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri RI Sugiono menjelaskan, Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza dibentuk bukan untuk menggantikan forum multilateral Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). BoP, kata Sugiono, adalah suatu badan internasional yang lahir dari kepedulian untuk menciptakan perdamaian dan stabilitas khususnya di Gaza, Palestina. Itu pula yang mendorong Indonesia harus ikut bergabung ke dalam BoP.
"Oleh karena itu, melihat upaya-upaya ini, Indonesia kemudian memutuskan untuk ikut. Tentu saja badan ini (BoP) tidak akan menggantikan PBB," ujar Sugiono dari Davos, Swiss seperti dikutip dari akun YouTube Sekretariat Presiden, Sabtu (24/1/2026).
Pria yang juga merupakan petinggi dari Partai Gerindra itu turut menjelaskan posisi Indonesia di BoP, yang merupakan salah satu dari 20 negara pendiri badan internasional bentukan Donald J. Trump tersebut. Ia mengatakan, Amerika Serikat (AS) mengirimkan undangan untuk bergabung ke BoP ke-60 negara. Tetapi, 20 negara yang merespons undangan Negeri Paman Sam tersebut.
Selain Indonesia, ada pula Vietnam yang ikut bergabung di dalam BoP. Tetapi, Vietnam tidak ikut dalam penandatanganan piagam BoP pada Kamis (22/1/2026) lalu.
"Ada Vietnam (dari kawasan Asia Tenggara yang ikut bergabung ke dalam BoP), tapi dia gak ikut tanda tangan. Jadi, 20 negara termasuk Indonesia yang kemarin tanda tangan merupakan founding members," tutur dia.
