Jakarta, IDN Times - Menteri Keuangan Israel, Bezalel Smotrich, mendesak negaranya untuk mencaplok Lebanon selatan di tengah konflik yang semakin intensif di wilayah tersebut. Dalam sebuah wawancara, ia mengatakan bahwa pengeboman terhadap Lebanon harus diakhiri dengan realitas yang sepenuhnya berbeda, yang mencakup perubahan perbatasan Israel.
Israel meningkatkan serangan di Lebanon pada awal Maret setelah kelompok Hizbullah meluncurkan roket ke wilayahnya, menyusul meletusnya perang Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari. Selain serangan udara, militer Israel juga mengerahkan pasukan daratnya ke wilayah Lebanon sebagai bagian dari invasi darat yang diklaim bertujuan memberantas pejuang Hizbullah.
“Saya tegaskan di sini, di setiap forum dan dalam setiap diskusi juga: Perbatasan baru Israel harus berada di Sungai Litani,” kata Smotrich dalam wawancara dengan radio Israel pada Senin (23/3/2026). Adapun Sungai Litani merupakan jalur air penting yang membentang melintasi Lebanon selatan, sekitar 30 km dari perbatasan dengan Israel.
