Jakarta, IDN Times - Dokter Lintas Batas (MSF) telah menghentikan sebagian operasinya di Rumah Sakit Nasser di Gaza selatan setelah para staf dan pasien melihat beberapa orang bersenjata di dalam gedung.
Organisasi bantuan medis yang berbasis di Jenewa itu mengatakan bahwa pekerjaan nonesensial di Rumah Sakit Nasser telah dihentikan pada 20 Januari karena kekhawatiran terkait pengelolaan fasilitas, pemeliharaan netralitas dan pelanggaran keamanan. Mereka tidak dapat mengidentifikasi siapa para pria bersenjata tersebut.
“Tim MSF telah melaporkan pola tindakan yang tidak dapat diterima, termasuk kehadiran orang bersenjata, intimidasi, penangkapan pasien secara sewenang-wenang, serta dugaan baru-baru ini terkait pergerakan senjata,” tulis MSF di situs webnya, yang terakhir diperbarui pada Rabu (11/2/2026).
Kelompok tersebut menegaskan bahwa rumah sakit harus menjadi ruang sipil yang bebas dari kehadiran atau aktivitas militer demi menjamin pemberian perawatan medis yang aman.
