Jakarta, IDN Times - Pemerintah Myanmar secara resmi menyampaikan keluhan pada Senin (11/5/2026) terkait tindakan negara-negara ASEAN yang dinilai membatasi keterlibatan mereka. Protes ini muncul setelah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN di Cebu, Filipina, pekan lalu kembali tidak menyertakan pemerintahan baru Myanmar dalam pertemuan utama.
Sejak militer mengambil alih pemerintahan dari Aung San Suu Kyi pada tahun 2021, ASEAN terus membatasi keikutsertaan Myanmar dalam berbagai forum resmi. Sikap organisasi kawasan Asia Tenggara ini belum berubah, meskipun junta militer Myanmar telah menggelar pemilihan umum terbatas dan melantik Jenderal Min Aung Hlaing sebagai presiden.