Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Prabowo Boyong Maung ke KTT ASEAN, Menlu: Bukti RI Bisa Produksi Mobil

Prabowo Boyong Maung ke KTT ASEAN, Menlu: Bukti RI Bisa Produksi Mobil
Momen Presiden Prabowo Subianto ikut boyong mobil maung RI-1 ke KTT ke-48 di Cebu, Filipina. (www.instagram.com/@sekretariat.kabinet)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Presiden Prabowo membawa mobil Maung MV3 Garuda Limousin ke KTT ASEAN di Cebu sebagai simbol kebanggaan Indonesia mampu memproduksi kendaraan kepresidenan sendiri.
  • Mobil Maung menarik perhatian peserta dan warga setempat karena desain gagah serta dinilai aman untuk standar kendaraan kepala negara oleh petugas keamanan KTT.
  • TNI mengerahkan berbagai alutsista di wilayah Sulawesi Utara selama KTT ASEAN berlangsung sebagai bagian dari operasi gabungan rutin untuk menjaga kesiapan dan stabilitas kawasan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Menteri Luar Negeri Sugiono menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto turut memboyong mobil kepresidenan Maung MV3 Garuda Limousin ke acara KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina. Menurut Sugiono, sikap Prabowo yang kali pertama memboyong Maung merupakan satu bentuk kebanggaan Indonesia mampu memproduksi mobil sendiri. Bahkan, mobil tersebut secara konsisten telah dipakai oleh Prabowo sejak dilantik pada Oktober 2024 lalu.

"Saya kira itu satu bentuk kebanggaan bahwa kita telah mampu memproduksi mobil yang sejak pelantikan dipakai oleh Bapak Presiden. Kemudian kemarin Beliau berpesan untuk membawa itu ke sana,"ujar Sugiono kepada media di Cebu, Filipina, Sabtu (9/5/2026), dikutip dari YouTube Sekretariat Presiden.

Ia mendengar respons dari koleganya sesama Menlu negara ASEAN positif ketika melihat Prabowo memboyong mobil buatan dalam negeri ke KTT 48 itu. "Ini kebanggaan bangsa lah. Bahwa kita bisa hadir dalam satu forum internasional dengan peralatan yang mendukung dan itu produksi bangsa kita sendiri. Khususnya itu mobil yang digunakan oleh presiden," ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Partai Gerindra itu.

1. Maung yang dipakai Prabowo jadi sasaran foto selama KTT ASEAN

-
Potret rantis maung Prabowo Subianto di KTT ASEAN di Cebu. (Dok. Sekretariat Presiden).

Sejak pertama kali roda Maung menyentuh aspal Kota Cebu, kendaraan ini langsung menjadi pusat perhatian di sekitar lokasi konferensi. Desainnya yang gagah, modern, namun tetap mempertahankan karakter kuat ala kendaraan militer diklaim sukses membius pandangan warga setempat.

"Kendaraan ini sangat klasik dan berbeda dengan kendaraan lainnya yang pernah saya lihat di Filipina," ungkap Alex, salah satu warga setempat seperti dikutip dari keterangan resmi Sekretariat Presiden.

2. Maung disebut aman untuk standar kepala negara

-
Potret rantis maung Prabowo Subianto di KTT ASEAN di Cebu. (Dok. Sekretariat Presiden).

Tak hanya unggul dari segi tampilan visual, Maung juga mendapatkan impresi positif dari segi fungsionalitas dan keamanan. Hal itu juga diakui Kathrine, salah satu personel keamanan yang bertugas menjaga perhelatan KTT ASEAN ke-48.

"Saya rasa kendaraan ini sangat aman untuk dikendarai oleh Presiden Indonesia," ujar Kathrine.

3. TNI ikut kerahkan sejumlah alutsista di wilayah Indonesia sebagai dukungan pengamanan

KTT ASEAN, alutsista
Alutsista yang dikerahkan dalam rangka operasi gabungan untuk mendukung kelancaran dan keamanaan KTT ASEAN di Cebu, Filipina. (Dokumentasi Kementerian Pertahanan)

TNI mengerahkan sejumlah alat utama sistem persenjataan (alutsista) di wilayah Sulawesi Utara bersamaan dengan perhelatan KTT ke-48 ASEAN di Cebu, Filipina, pada pekan ini. Sejumlah alutsista yang dikerahkan antara lain lima pesawat jet tempur F16, Hercules hingga Airbus A400M.

Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigjen TNI Rico Sirait, mengatakan pengerahan alutsista merupakan bentuk kesiapan rutin operasi gabungan TNI untuk menghadapi berbagai situasi yang dapat terjadi di kawasan Asia Tenggara.

"Kegiatan ini melibatkan unsur darat, laut, dan udara untuk menguji interoperabilitas, mobilitas pasukan, kemampuan pengamanan VVIP, dan respons cepat terhadap kondisi darurat," ujar Rico dalam keterangan tertulis, Jumat (8/5/2026).

Selain alutsista unsur udara, ada pula kapal perang yang dikerahkan. Mulai dari KRI Brawijaya 320, KRI Prabu Siliwangi 321, dan KRI RE Martadinata 331. Jenderal bintang satu itu mengatakan, seluruh kegiatan dilaksanakan secara terukur, profesional, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.

Kendati begitu, Rico membantah operasi gabungan digelar untuk merespons adanya potensi ancaman yang muncul saat KTT ASEAN.

"Operasi gabungan ini tidak dalam konteks adanya ancaman tertentu maupun situasi seperti yang terjadi di masa lalu," kata dia kepada IDN Times.

Menurut Jenderal bintang satu itu, fokusnya adalah kesiapan, profesionalisme, dan kontribusi Indonesia dalam menjaga stabilitas kawasan ASEAN.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sunariyah Sunariyah
EditorSunariyah Sunariyah
Follow Us

Related Articles

See More