Jemaah haji mencukur rambut hingga gundul sebagai bagian dari tahalul yaitu prosesi mencukur atau memotong rambut yang menandai telah berakhirnya masa ihram (Dok. MCH 2026)
Wakil Kepala Satuan Tugas (Wakasatgas) Mina, Zaenal Muttaqin, menyampaikan bahwa pergerakan jemaah haji reguler sudah berjalan intensif sejak pagi hari. "Mulai pukul 06.00 sudah ada pergerakan naik bus, sekitar pukul 06.30 hingga 07.00 jemaah sudah mulai meninggalkan Mina menuju Makkah untuk mengambil Nafar Awal," jelas Zaenal.
Hingga siang hari, data satgas mencatat sebanyak 424 kloter dari total 527 kloter yang ada telah resmi meninggalkan Mina dan menyelesaikan rangkaian mabit. Proses mobilisasi ini dijadwalkan berlangsung hingga pukul 14.00 WAS, dengan target penyelesaian maksimal di lapangan pada pukul 17.00 WAS.
Namun, Zaenal memberikan catatan dan peringatan keras bagi jemaah yang merencanakan Nafar Awal agar memperhatikan pergerakan waktu dengan saksama. Secara syariat, seluruh jemaah Nafar Awal harus sudah benar-benar keluar dari batas wilayah Mina sebelum matahari terbenam.
"Apabila melewati waktu terbenamnya matahari, meskipun direncanakan Nafar Awal, jemaah harus melanjutkan mabit di Mina dan mengambil Nafar Tsani," tegas Zaenal mengingatkan.
Di sisi lain, sebagian jemaah haji Indonesia memang memilih untuk tetap tinggal dan melanjutkan mabit di Mina guna mengambil pilihan Nafar Tsani. Keputusan tersebut mereka ambil demi mengejar kesempurnaan rangkaian ibadah sesuai dengan rencana manasik yang matang.
"Kami ingin menyempurnakan dengan Nafar Tsani, sesuai yang kami sepakati saat manasik," pungkas Muhammad, salah seorang jemaah asal Kloter Surabaya 65 (SUB 65), yang mengaku tetap merasa nyaman dan mantap dengan pilihan tersebut.