Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Polisi Dituding Tewaskan Pria Maroko, Demo Pecah di Italia

Polisi Dituding Tewaskan Pria Maroko, Demo Pecah di Italia
ilustrasi protes di Italia (unsplash.com/cippicippiphoto)
Intinya Sih
  • Ribuan warga Bologna turun ke jalan memprotes kematian Abderrahim Fakir, pria keturunan Maroko, yang meninggal saat ditangkap polisi hingga bentrok dengan aparat pecah.
  • Video amatir menunjukkan Fakir ditekan dan disemprot gas merica oleh dua polisi sebelum kehilangan kesadaran; keluarga menuntut keadilan atas dugaan kekerasan berlebihan.
  • Pemerintah Italia memerintahkan penyelidikan menyeluruh terhadap dua polisi dan empat petugas medis, sementara PM Giorgia Meloni menegaskan pentingnya investigasi transparan tanpa pandang bulu.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Protes besar yang berujung bentrok meletus di Kota Bologna, Italia, pada Senin (20/7/2026) malam. Ribuan demonstran turun ke jalan untuk mengecam kematian Abderrahim Fakir, seorang pria keturunan Maroko, saat ditangkap oleh aparat kepolisian. Kematian pria berusia 42 tahun ini memicu kemarahan publik setelah video penangkapannya viral di media sosial.

Massa memulai aksinya dengan berkumpul di pusat kota sebelum bergerak menuju markas kepolisian setempat. Situasi demonstrasi yang awalnya damai dengan cepat berubah menjadi kerusuhan akibat bentrokan antara pedemo dan petugas anti huru-hara.

1. Aksi protes diwarnai bentrokan dan gas air mata

ilustrasi aksi protes
ilustrasi aksi protes (unsplash.com/ Shot By Joe)

Ribuan orang bergabung dalam demonstrasi ini sambil membawa spanduk bertuliskan kecaman terhadap polisi. Mereka menyuarakan kemarahan atas tindakan aparat yang mereka anggap sebagai pembunuhan.

Ketegangan memuncak ketika sekelompok pedemo melemparkan botol, kursi, dan petasan ke arah petugas. Kepolisian membalas serangan tersebut dengan menembakkan gas air mata serta mengerahkan meriam air untuk membubarkan massa.

Serikat pekerja kepolisian, COISP, melaporkan bahwa 56 petugas terluka akibat bentrokan tersebut. Selain itu, pedemo membakar sejumlah kendaraan dan merusak fasilitas umum di pusat kota. Sebagian dari mereka juga berlutut sambil mengepalkan tangan, meniru gaya protes Black Lives Matter di Amerika Serikat (AS).

"Seruan keluarga kami bukanlah ajakan untuk membenci. Kami hadir di sini untuk menuntut kebenaran, keadilan, dan martabat," ujar Yossra Fakir, keponakan korban, dilansir Anadolu Agency.

2. Fakir tewas usai ditekan dan disemprot merica

ilustrasi polisi
ilustrasi polisi (unsplash.com/Kenny Eliason)

Abderrahim Fakir merupakan pengusaha jasa kebersihan dan pindahan. Ia diketahui memiliki riwayat penyakit jantung dan asma.

Peristiwa tragis ini bermula pada Minggu (19/7/2026) ketika polisi menerima laporan tentang pria yang merusak kendaraan. Suhu udara di lingkungan Pilastro saat itu tercatat sangat panas hingga menembus 35 derajat Celsius.

Rekaman amatir memperlihatkan dua petugas menekan tubuh Fakir ke tanah dengan posisi telungkup. Polisi menyemprotkan gas merica dan sempat mencoba memborgolnya.

Pria tersebut sempat terdengar meminta tolong dan mengeluh kesulitan bernapas. Fakir kemudian berhenti bergerak saat petugas medis sudah berada di lokasi kejadian.

"Mereka membunuh saudara laki-laki saya dengan kejam. Saya menuntut keadilan," tutur Khadija, saudara perempuan Fakir, dilansir Sky News.

3. Pemerintah perintahkan penyelidikan menyeluruh

PM Italia Giorgia Meloni
PM Italia Giorgia Meloni (President Of Ukraine, Public domain, via Wikimedia Commons)

Kejaksaan Bologna langsung membuka penyelidikan terkait insiden kematian ini. Dua orang polisi dan empat petugas medis darurat di lokasi kejadian kini berstatus sebagai terperiksa.

Pihak kepolisian berjanji akan menyerahkan rekaman kamera tubuh petugas kepada tim penyelidik. Proses hukum ini diharapkan bisa mengungkap kronologi pasti dari penangkapan tersebut.

Tokoh oposisi mengkritik gaya penangkapan polisi dalam video yang viral tersebut. Francesco Boccia, anggota parlemen Italia, memperingatkan pemerintah agar tidak mengadopsi prosedur yang sarat kekerasan seperti di AS.

Sementara itu, Perdana Menteri (PM) Italia, Giorgia Meloni, mengecam aksi kekerasan pedemo terhadap aparat kepolisian. Ia menuntut agar penyelidikan kasus kematian Fakir berjalan tanpa pandang bulu.

"Kebenaran harus terungkap tuntas. Investigasi harus berjalan tanpa prasangka dan tanpa kelonggaran terhadap siapa pun," tulis Meloni di X, dilansir The Straits Times.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More