Putri mahkota Mette-Marit. (Foto: Liv Anette Luane / The Royal Court)
Surat kabar Norwegia VG melaporkan bahwa nama Mette-Marit disebut dalam lebih dari seribu dokumen yang dirilis DOJ pada 30 Januari. Tinjauan awal media tersebut menemukan adanya “kontak dan pertemuan” antara dirinya dan Epstein sepanjang 2011 hingga 2013, dan komunikasi mereka disebut berlanjut sampai 2014.
Email yang dipublikasikan menunjukkan hubungan pertemanan di antara keduanya. The Guardian melaporkan bahwa dalam salah satu email pada 2011, Mette-Marit mengatakan ia telah “meng-Google” Epstein dan menyebut hasilnya “tidak terlihat bagus,” disertai emoji tersenyum. Media itu juga menyebut email-email mereka kerap membahas rencana pertemuan, serta dokumen yang mengindikasikan Mette-Marit pernah menginap selama empat hari di rumah Epstein di Palm Beach pada 2013 saat Epstein tidak berada di sana.
Dalam pertukaran email Oktober 2012, keduanya bahkan membahas pencarian istri oleh Epstein. Pada email 12 November 2012, Mette-Marit menyebut Epstein sebagai “sweetheart” setelah ia menanyakan kabarnya dan mengatakan bahwa “St. Barts akan menyenangkan.” Sehari kemudian, ia menulis, “U are very charming u know,” ketika mereka berbincang tentang warna.
Mette-Marit juga sempat bertanya, “Apakah tidak pantas bagi seorang ibu untuk menyarankan dua perempuan telanjang membawa papan selancar sebagai wallpaper untuk putra saya yang berusia 15 tahun?”
Pada November 2012, putra Mette-Marit, Marius Borg Høiby, memang berusia 15 tahun. Marius lahir dari hubungan Mette-Marit sebelum ia menikah dengan Putra Mahkota Haakon pada 2001. Setelah pernikahan itu, pasangan kerajaan tersebut memiliki dua anak: Putri Ingrid Alexandra, pewaris takhta yang kini berusia 21 tahun, dan Pangeran Sverre Magnus yang kini berusia 20 tahun.