Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Putri Mahkota Mette-Marit. (Foto: Dusan Reljin / The Royal)
Putri Mahkota Mette-Marit. (Foto: Dusan Reljin / The Royal)

Intinya sih...

  • Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, meminta maaf atas hubungannya dengan Jeffrey Epstein

  • Dokumen Epstein terbaru memuat hampir 1.000 penyebutan nama Putri Mahkota Mette-Marit

  • Putra mahkota Mette-Marit mengaku sangat malu dan menyesal, sementara sang anak sedang menghadapi skandal pemerkosaan

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Putri Mahkota Norwegia, Mette-Marit, akhirnya angkat bicara mengenai “penyesalan” atas hubungannya dengan Jeffrey Epstein. Nama Mette-Marit muncul dalam dokumen Epstein yang dirilis Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ).

Istri Putra Mahkota Haakon yang kini berusia 52 tahun itu menyampaikan pernyataan setelah DOJ merilis lebih dari tiga juta halaman tambahan terkait Epstein Files Transparency Act pada 30 Januari, termasuk korespondensi email yang cukup luas antara dirinya dan Epstein.

Dalam pernyataan yang pertama kali dilaporkan oleh NRK dan dibagikan kepada PEOPLE oleh pihak Istana, sang putri meminta maaf atas hubungannya dengan Jeffrey Epstein.

1. Dokumen Epstein terbaru disebut memuat hampir 1.000 penyebutan nama Putri Mahkota Mette-Marit

Putri mahkota Mette-Marit. (Foto: Liv Anette Luane / The Royal Court)

Surat kabar Norwegia VG melaporkan bahwa nama Mette-Marit disebut dalam lebih dari seribu dokumen yang dirilis DOJ pada 30 Januari. Tinjauan awal media tersebut menemukan adanya “kontak dan pertemuan” antara dirinya dan Epstein sepanjang 2011 hingga 2013, dan komunikasi mereka disebut berlanjut sampai 2014.

Email yang dipublikasikan menunjukkan hubungan pertemanan di antara keduanya. The Guardian melaporkan bahwa dalam salah satu email pada 2011, Mette-Marit mengatakan ia telah “meng-Google” Epstein dan menyebut hasilnya “tidak terlihat bagus,” disertai emoji tersenyum. Media itu juga menyebut email-email mereka kerap membahas rencana pertemuan, serta dokumen yang mengindikasikan Mette-Marit pernah menginap selama empat hari di rumah Epstein di Palm Beach pada 2013 saat Epstein tidak berada di sana.

Dalam pertukaran email Oktober 2012, keduanya bahkan membahas pencarian istri oleh Epstein. Pada email 12 November 2012, Mette-Marit menyebut Epstein sebagai “sweetheart” setelah ia menanyakan kabarnya dan mengatakan bahwa “St. Barts akan menyenangkan.” Sehari kemudian, ia menulis, “U are very charming u know,” ketika mereka berbincang tentang warna.

Mette-Marit juga sempat bertanya, “Apakah tidak pantas bagi seorang ibu untuk menyarankan dua perempuan telanjang membawa papan selancar sebagai wallpaper untuk putra saya yang berusia 15 tahun?”

Pada November 2012, putra Mette-Marit, Marius Borg Høiby, memang berusia 15 tahun. Marius lahir dari hubungan Mette-Marit sebelum ia menikah dengan Putra Mahkota Haakon pada 2001. Setelah pernikahan itu, pasangan kerajaan tersebut memiliki dua anak: Putri Ingrid Alexandra, pewaris takhta yang kini berusia 21 tahun, dan Pangeran Sverre Magnus yang kini berusia 20 tahun.

2. Putri mahkota Mette-Marit mengaku sangat malu dan menyesal

Putra Mahkota Haakon dan Putri Mahkota Mette-Marit (2023) (Foto: Dusan Reljin / The Royal)

Anggota keluarga kerajaan Norwegia berusia 52 tahun itu telah menyampaikan permintaan maaf atas hubungannya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein, dan menyebut hal tersebut sebagai sesuatu yang “sangat memalukan” dalam pernyataan awalnya. Pekan lalu, ia secara resmi meminta maaf kepada Raja Harald V dan Ratu Sonja serta menyampaikan “penyesalan terdalam”, setelah namanya disebut berkali-kali dalam dokumen baru yang dirilis oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat.

Kini, Norwegian Council for Mental Health, lembaga yang juga berada di bawah naungan patronase Mette-Marit mengumumkan bahwa mereka menangguhkan kerja sama dengan sang putri “hingga pemberitahuan lebih lanjut”.

Sekretaris Jenderal Tove Gundersen mengatakan kepada NRK bahwa tahun ini tidak ada “kegiatan atau kolaborasi” yang direncanakan bersama Mette-Marit. Ia merujuk pada pernyataan pihak Istana yang menyebut sang putri sedang berada dalam “situasi yang berat” dan membutuhkan waktu untuk “menenangkan diri”.

“Kami menilai wajar jika ia diberi ruang dalam situasi yang kritis dan serius ini,” ujar Gundersen. Hingga kini, belum ada kejelasan apakah patronase tersebut akan dilanjutkan tahun depan.

Tak lama setelah rilis terbaru dokumen tersebut, Mette-Marit juga dicabut dari posisinya sebagai pelindung The Sex and Society Foundation, dengan dampak pengungkapan itu mulai memengaruhi reputasinya.

3. Sang anak, Marius Borg Høiby, juga sedang menghadapi skandal pemerkosaan

ilustrasi (unsplash.com/@sashafreemind)

Pengungkapan ini terjadi pada saat yang sensitif bagi keluarga kerajaan. Persidangan putra Mette-Marit, Marius Borg Høiby, atas tuduhan pemerkosaan berlangsung pada Selasa (10/2/2026).

Hoiby lahir dari hubungan sebelum ibunya menikah dengan Putra Mahkota Haakon. Hoiby dibesarkan di kerajaan bersama saudara tirinya, Putri Ingrid Alexandra dan Pangeran Sverre Magnus. Tidak seperti mereka, Hoiby tidak memiliki peran publik resmi.

Melansir The Guardian, Høiby menghadapi 38 dakwaan, termasuk dugaan pemerkosaan terhadap empat wanita serta dugaan penyerangan dan pelanggaran narkoba. Jika terbukti bersalah, ia dapat menghadapi hukuman hingga 16 tahun penjara. Høiby telah membantah dakwaan paling serius, termasuk pelecehan seksual.

Putra Mahkota Haakon mengeluarkan pernyataan pada akhir Januari yang mengatakan bahwa baik dia maupun Mette-Marit tidak akan menghadiri persidangan. Dalam pernyataannya, Haakon menyinggung status "otonom" Hoiby.

"Marius Borg Hoiby bukanlah anggota Keluarga Kerajaan Norwegia dan karena itu otonom. Kami peduli padanya, dan dia adalah anggota penting keluarga kami. Dia adalah warga negara Norwegia dan, sebagai warga negara Norwegia, memiliki tanggung jawab yang sama seperti orang lain—serta hak yang sama," kata Haakon.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team