Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi Starlink
ilustrasi Starlink (unsplash.com/maria_shalabaieva)

Intinya sih...

  • Rusia menggunakan Starlink ilegal di Ukraina.

  • Tentara Rusia tersebut menyelundupkan Starlink dari luar negeri dan mengaktifkannya di area dudukan di Ukraina.

  • Ukraina minta warga tidak daftarkan Starlink untuk tentara Rusia

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Petinggi NATO menyebut bahwa deaktivasi Starlink tidak resmi di Ukraina membuat tentara Rusia rapuh. Sebab komando tentara Rusia di garis depan tidak memiliki sistem yang lebih efektif dibandingkan Starlink. 

“Berbicara mengenai pemutusan jaringan internet Starlink telah membuat komando tentara Rusia dan kontrolnya dalam situasi yang sulit. Apapun alternatif yang dilakukan Rusia sepertinya tidak akan seefektif menggunakan Starlink,” ungkapnya, dikutip dari The Moscow Times, Jumat (13/2/2026).

Starlink diduga sudah digunakan oleh tentara Rusia untuk mengarahkan drone dan misil di Ukraina. Pemutusan jaringan internet Starlink tersebut atas permintaan Ukraina dan kerja sama dengan SpaceX. 

1. Rusia menggunakan Starlink ilegal di Ukraina

Selama ini tentara Rusia sudah menggunakan jaringan internet Starlink ilegal di Ukraina. Tentara Rusia tersebut menyelundupkan Starlink dari luar negeri dan mengaktifkannya di area dudukan di Ukraina. 

Dilansir United24, masalah penggunaan Starlink ini sudah didiskusikan oleh SpaceX dan Pentagon. Pada musim panas 2024, ratusan terminal Starlink yang tidak teregistrasi sudah dinonaktifkan, tapi masih ada sejumlah terminal ilegal yang aktif. 

Sementara itu, Rusia sudah mengupayakan membuat alternatif Starlink dengan jaringan internet satelit orbit rendah. Namun, peluncuran 16 dari 300 satelit tersebut terpaksa ditunda dari akhir 2025 hingga 2026. 

2. Ukraina minta warga tidak daftarkan Starlink untuk tentara Rusia

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Ukraina memperingatkan agar warga Ukraina menolak dipaksa mendaftar Starlink untuk kepentingan tentara Rusia. Mereka melihat adanya kemungkinan pemaksaan dari Rusia kepada warga sipil Ukraina. 

“Melihat situasi yang sulit, para penjajah mengalihkan perhatian kepada keluarga dari tawanan perang Ukraina. Mereka diancam dan diminta untuk mendaftarkan terminal Starlink yang sudah terekam,” terangnya, dilansir Business Insider.

Sementara, untuk mengakses jaringan Starlink, tentara Ukraina dan warga sipil, maupun bisnis lokal harus mendaftar terminal dalam daftar putih. Mereka dapat mendaftar secara online atau langsung di kantor balai kota. 

3. Serangan Rusia menurun usai deaktivasi Starlink

Kantor Staf Militer Ukraina mengatakan bahwa deaktivasi Starlink ilegal telah membuat serangan Rusia ke Ukraina menurun tajam. Sejak 5 Februari, hanya ada 56 serangan Rusia dibandingkan beberapa hari sebelumnya yang mencapai 80-110 serangan per hari. 

Berkat nonaktifnya Starlink, komunikasi pasukan infantri Rusia lewat satelit terganggu. Selama ini, tim infantri Rusia bergantung pada video secara langsung dan remote control untuk memastikan presisi dan koordinasi serangan di garis depan. 

Alhasil, tentara Ukraina berhasil melakukan serangan balik di sejumlah garis depan. Ukraina menargetkan sejumlah kelompok tentara yang tidak memiliki peralatan lengkap untuk melancarkan serangan balik. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team