Jakarta, IDN Times - Petinggi NATO menyebut bahwa deaktivasi Starlink tidak resmi di Ukraina membuat tentara Rusia rapuh. Sebab komando tentara Rusia di garis depan tidak memiliki sistem yang lebih efektif dibandingkan Starlink.
“Berbicara mengenai pemutusan jaringan internet Starlink telah membuat komando tentara Rusia dan kontrolnya dalam situasi yang sulit. Apapun alternatif yang dilakukan Rusia sepertinya tidak akan seefektif menggunakan Starlink,” ungkapnya, dikutip dari The Moscow Times, Jumat (13/2/2026).
Starlink diduga sudah digunakan oleh tentara Rusia untuk mengarahkan drone dan misil di Ukraina. Pemutusan jaringan internet Starlink tersebut atas permintaan Ukraina dan kerja sama dengan SpaceX.
