Jakarta, IDN Times - Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu meminta Amerika Serikat (AS) yang berperan sebagai mediator untuk membatasi waktu negosiasi damai antara Israel dan Lebanon yang kini sedang berlangsung. Permintaan tersebut disampaikan Netanyahu saat menelepon Presiden AS, Donald Trump, pada Rabu (29/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Netanyahu meminta Trump untuk membatasi waktu negosiasi Israel dan Lebanon selama selama 2 atau 3 pekan saja. Pembatasan waktu ini dibutuhkan agar proses negosiasi berjalan cepat dan efektif. Sebab, jika tidak diberi tenggat waktu, negosiasi Israel dan Lebanon berpotensi molor. Ini tentu akan membuat konflik di antara kedua negara jadi makin alot.
