Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Lebanon Minta Israel Patuhi Gencatan Senjata sebelum Berunding

Lebanon Minta Israel Patuhi Gencatan Senjata sebelum Berunding
bendera Lebanon (unsplash.com/Charbel Karam)
Intinya Sih
  • Presiden Lebanon Joseph Aoun menegaskan Israel harus sepenuhnya mematuhi gencatan senjata sebelum negosiasi dilanjutkan, sambil menunggu penetapan jadwal perundingan langsung oleh Amerika Serikat.
  • Sejak gencatan senjata diumumkan pertengahan April 2026, serangan Israel di Lebanon selatan masih berlanjut dan telah menewaskan lebih dari 60 orang, termasuk seorang tentara Lebanon dan saudaranya.
  • Hizbullah menolak perundingan langsung dengan Israel serta berjanji menggagalkan upaya pembentukan sabuk keamanan di Lebanon, sementara pemerintah tetap mendorong dialog untuk mengakhiri konflik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Presiden Lebanon, Joseph Aoun, pada Rabu (29/4/2026), mengatakan bahwa Israel harus mematuhi gencatan senjata sepenuhnya sebelum kedua negara melanjutkan perundingan.

"Israel harus terlebih dahulu sepenuhnya melaksanakan gencatan senjata untuk melanjutkan ke tahap negosiasi. Serangan Israel tidak bisa terus berlanjut seperti sekarang," kata Aoun dalam pernyataan yang dibagikan oleh kantor kepresidenan.

Ia menambahkan bahwa Lebanon kini tengah menunggu Amerika Serikat (AS) untuk menetapkan tanggal dimulainya negosiasi langsung dengan Israel.

1. Lebih dari 60 orang tewas akibat serangan Israel di Lebanon sejak gencatan senjata

Dua gedung apartemen di Lebanon rusak parah akibat serangan, dengan puing-puing berserakan dan kendaraan terparkir di sekitarnya.
dampak serangan Israel di Lebanon (User Mema435 on en.wikipedia, CC BY-SA 2.0 <https://creativecommons.org/licenses/by-sa/2.0>, via Wikimedia Commons)

Konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah kembali meletus di Lebanon pada awal Maret 2026, menyusul perang Amerika Serikat (AS)-Israel melawan Iran. Sejak itu, perwakilan Israel dan Lebanon telah dua kali bertemu di Washington, yang menjadi pertemuan pertama dalam beberapa dekade.

Setelah perundingan pertama, Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan gencatan senjata selama 10 hari yang dimulai pada 17 April 2026. Gencatan senjata itu kemudian diperpanjang selama 3 pekan setelah perundingan kedua. Meski demikian, Israel masih terus melancarkan serangan di Lebanon, terutama di wilayah selatan. Otoritas Lebanon melaporkan serangan Israel telah menewaskan lebih dari 60 orang sejak gencatan senjata dimulai.

Dilansir The New Arab, seorang tentara Lebanon dan saudaranya tewas akibat serangan Israel di Bint Jbeil, Lebanon selatan, pada Rabu. Militer Lebanon mengatakan, keduanya diserang saat dalam perjalanan pulang dengan sepeda motor dari pos tugas sang prajurit. Pihak Israel mengatakan sedang menyelidiki laporan tersebut.

2. Israel klaim hancurkan 20 pusat komando Hizbullah di Lebanon selatan

Asap tebal membumbung di atas kawasan perkotaan Lebanon saat matahari terbenam setelah serangan udara pada tahun 2024.
serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)

Israel juga terus menghancurkan desa-desa perbatasan di dalam "Garis Kuning" di Lebanon selatan. Pada Rabu, militer Israel mengatakan telah menyerang sekitar 20 pusat komando dan struktur militer yang digunakan oleh Hizbullah.

“Ancaman apa pun, di mana pun, terhadap komunitas atau pasukan kami – termasuk di luar Garis Kuning dan utara Litani – akan dihilangkan,” demikian pernyataan panglima militer Israel, Eyal Zamir, dikutip dari Al Arabiya.

Ia juga menambahkan bahwa pasukannya kemungkinan akan tetap berada di sejumlah posisi di Lebanon.

Sementara itu Hizbullah mengaku bertanggung jawab atas serangan terhadap pasukan Israel di Lebanon selatan, serta serangan drone dan roket ke wilayah utara Israel. Kelompok itu mengatakan bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan Israel.

3. Hizbullah tolak perundingan langsung antara Lebanon dan Israel

Pasukan Hizbullah melakukan latihan di desa Aaramta di distrik Jezzine, Lebanon selatan, pada Mei 2023
Pasukan Hizbullah melakukan latihan di desa Aaramta di distrik Jezzine, Lebanon selatan, pada Mei 2023 (Tasnim News Agency, CC BY 4.0 <https://creativecommons.org/licenses/by/4.0>, via Wikimedia Commons)

Sementara itu, anggota parlemen Hizbullah, Hassan Fadlallah, mengatakan bahwa upaya Israel untuk membentuk sabuk keamanan di Lebanon akan digagalkan oleh perlawanan rakyat. Ia juga menegaskan penolakan partainya terhadap perundingan langsung dengan Israel.

Rencana perundingan langsung dengan Israel telah memicu ketegangan serius antara pemerintah dan Hizbullah, yang sebelumnya menolak komitmen Beirut untuk melucuti senjatanya.

Sebelumnya, pada Senin (27/4/2026), Aoun mengatakan bahwa perundingan langsung tersebut bertujuan menghentikan perang, memastikan penarikan pasukan Israel dari wilayah selatan, memulangkan para pengungsi ke rumah mereka, menetapkan batas wilayah, dan mengakhiri permusuhan dengan Israel.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us

Related Articles

See More