Jakarta, IDN Times - Dunia resmi memasuki era baru tanpa pembatasan senjata nuklir setelah perjanjian New START antara Amerika Serikat dan Rusia berakhir pada Kamis (5/2/2026) tengah malam waktu setempat. Berakhirnya perjanjian yang telah berlaku selama 15 tahun itu berarti tidak ada lagi batas jumlah senjata nuklir strategis yang boleh dikerahkan oleh dua kekuatan nuklir terbesar dunia, baik di rudal, pembom, maupun kapal selam.
“Tidak ada lagi pagar pengaman terhadap ukuran arsenal nuklir strategis Amerika Serikat dan Rusia,” kata Christine Wormuth, Presiden Nuclear Threat Initiative, sebuah kelompok advokasi pengendalian senjata yang berbasis di Washington, D.C.
“Hal seperti ini sudah tidak terjadi selama beberapa dekade,” imbuhnya, dikutip dari NPR, Minggu (8/2/2026).
Situasi ini memicu kekhawatiran luas di kalangan pakar keamanan global, yang menilai berakhirnya New START meningkatkan risiko ketidakstabilan dan potensi perlombaan senjata nuklir di masa depan.
