Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Niat Menolong Teman, 5 Pelajar di Vietnam Meninggal Tenggelam
ilustrasi tenggelam (unsplash.com/Stormseeker)
  • Lima pelajar di Provinsi Phu Tho, Vietnam, meninggal tenggelam di Sungai Lo setelah berusaha menolong teman yang terbawa arus saat bermain usai belajar kelompok.
  • Tim gabungan polisi, tentara, dan warga menemukan seluruh korban sekitar dua jam setelah laporan diterima, lalu menyerahkan jenazah kepada keluarga masing-masing.
  • Pemerintah Vietnam mengeluarkan instruksi resmi untuk mencegah kasus serupa, sementara ahli menyoroti kurangnya keterampilan berenang dan kesadaran bahaya air pada anak-anak.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Lima pelajar ditemukan meninggal akibat tenggelam di Sungai Lo, Provinsi Phu Tho, Vietnam utara, pada Senin (18/5/2026). Peristiwa ini terjadi pada sore hari saat sekelompok remaja bermain ke area sungai setelah selesai belajar kelompok untuk persiapan ujian.

Kejadian bermula ketika salah satu pelajar terbawa arus saat sedang berenang. Empat temannya yang melihat kejadian tersebut bermaksud memberikan pertolongan dan langsung melompat ke air. Namun, karena belum memiliki keterampilan penyelamatan yang memadai, mereka ikut terbawa arus hingga akhirnya kelima pelajar tersebut tenggelam.

1. Awal mula kejadian di Sungai Lo

ilustrasi arus sungai dari dekat (pexels.com/Nigar Garay)

Sekitar pukul 15.45 waktu setempat, sembilan remaja mendatangi kawasan perairan di Desa Song Lo. Kepala Staf Dewan Rakyat dan Komite Rakyat Desa Song Lo, Hoang Manh Hong, membenarkan aktivitas kelompok anak tersebut sebelum insiden terjadi.

"Sembilan anak laki-laki dari desa ini pergi ke sungai untuk bermain, memasang perangkap burung, dan berenang. Saat itu, lima anak dilaporkan jatuh ke sungai dan tenggelam," kata Hoang Manh Hong, dilansir dari Tuoi Tre News.

2. Pencarian melibatkan polisi, tentara, dan warga setempat

ilustrasi sungai (pexels.com/Pixabay)

Laporan mengenai peristiwa ini pertama kali didapatkan dari salah seorang pelajar yang selamat. Ia berlari dari pinggir sungai untuk meminta tolong kepada warga sekitar setelah melihat teman-temannya terbawa arus. Merespons laporan tersebut, tim gabungan langsung dikerahkan.

"Setelah mendapat informasi, pimpinan Desa Song Lo dan unit terkait langsung datang ke lokasi untuk memimpin upaya pencarian dan bantuan," ujar perwakilan pemerintah Desa Song Lo, dikutip dari The Star.

Pencarian yang melibatkan polisi, tentara, dan warga setempat menemukan kelima jenazah korban pada pukul 17.30 waktu setempat. Pihak berwenang langsung menyerahkan jenazah kepada keluarga masing-masing.

3. Tindakan pemerintah dan peringatan ahli

ilustrasi Vietnam (pexels.com/Tomáš Malík)

Perdana Menteri Vietnam merilis Instruksi Resmi No. 40/CD-TTg pada Selasa (19/5/2026) untuk menekan kasus anak tenggelam di negaranya. Di tingkat daerah, Ketua Komite Rakyat Desa Song Lo, Vu Van Thanh, memastikan pemerintah desa memberikan bantuan biaya pemakaman dan meminta pihak sekolah lebih ketat mengawasi murid-muridnya di luar jam belajar.

Terkait tingginya kasus serupa, Kepala Departemen Olahraga Air Universitas Pendidikan Jasmani dan Olahraga Bac Ninh, Dr. Le Duc Long, menilai anak-anak sering tidak menyadari bahaya arus kuat atau kedalaman sungai saat bermain air.

"Saat melihat ada yang kesulitan di air, anak-anak biasanya langsung melompat untuk menolong. Karena tidak punya keahlian khusus, cara menolong yang salah justru membuat korban panik dan menarik penolongnya ke dalam air," kata Dr. Le Duc Long.

Kementerian Kesehatan Vietnam menyebutkan ada sekitar 2.000 anak berusia 5 hingga 15 tahun yang meninggal karena tenggelam setiap tahunnya. Tingginya angka ini sering kali disebabkan kebiasaan anak-anak pedesaan bermain di perairan tanpa dibekali kemampuan berenang dan pemahaman dasar tentang keselamatan di air.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team