Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Nigeria Akan Pulangkan 130 Warganya dari Afrika Selatan
ilustrasi bendera Nigeria (pixabay.com/David_Peterson)
  • Nigeria memutuskan memulangkan 130 warganya dari Afrika Selatan setelah dua imigran Nigeria tewas akibat serangan xenofobia yang meningkat di negara tersebut.
  • Pemerintah Nigeria menekan Afrika Selatan untuk mengadili pelaku pembunuhan dan memperingatkan dampak ketakutan yang meluas di kalangan warganya di sana.
  • Gelombang demonstrasi anti-imigran di Afrika Selatan makin marak, dipicu sentimen politik yang menuding warga asing merebut lapangan kerja dan fasilitas publik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Nigeria mengumumkan program pemulangan 130 warganya dari Afrika Selatan (Afsel). Langkah ini menyusul insiden xenofobia di Afsel yang menyebabkan tewasnya dua imigran Nigeria. 

“Sebanyak 130 warga Nigeria sudah mendaftar. Kami melihat angka ini akan terus meningkat. Nyawa warga Nigeria dan bisnis di Afsel tidak boleh dibiarkan berisiko,” tutur Menteri Luar Negeri Nigeria, Bianca Odumegwu-Ojukwu, dikutip dari Deutsche Welle, Rabu (6/5/2026). 

Sebelumnya, Afsel sudah menerjunkan tentara ke sejumlah area rawan kriminalitas dan kekerasan. Keputusan ini menyusul krisis keamanan di negara Afrika tersebut imbas aktivitas geng kriminal. 

1. Nigeria desak Afsel adili pelaku pembunuhan warganya

ilustrasi bendera Nigeria (unsplash.com/emmages)

Pejabat Komisaris Tinggi Afsel untuk Nigeria, Lesoli Machele sudah bertemu dengan Sekretaris Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Nigeria, Dunoma Ahmed di Abuja. Keduanya membahas soal insiden serangan yang menyebabkan tewasnya warga Nigeria di Afsel. 

Dilansir Voice of Nigeria, Ahmed menyebut bahwa insiden tersebut menunjukkan adanya masalah besar. Ia memperingatkan bahwa insiden ini membuat warga Nigeria yang menetap di Afsel takut. 

“Nigeria terus memantau dari dekat demonstrasi anti-imigran di sejumlah area di Afsel. Terdapat kabar bahwa sejumlah warga asing, terutama berkulit hitam yang menjadi target serangan,” ungkapnya. 

2. Nigeria ancam balas Afsel lewat jalur diplomatik dan ekonomi

Bendera Afrika Selatan. (unsplash.com/kathrineheigan)

Sejumlah anggota parlemen Nigeria menyerukan aksi diplomatik dan ekonomi terhadap Afsel. Langkah ini menyusul gelombang kekerasan xenofobia di negara Afrika bagian selatan tersebut yang menargetkan warga asing, termasuk Nigeria.

“Nigeria harus bertindak tegas terkait apa yang terjadi di Afsel karena sudah ada ancaman bertubi-tubi. Jika Anda memukul kami, maka saya akan memukul Anda. Saya pikir ini adalah diplomasi tindakan ekonomi yang pantas,‘ ujarnya, dikutip dari Business Insider Africa.

3. Gerakan anti-imigran di Afsel kian meningkat

suasana Johannesburg, Afrika Selatan (unsplash.com/bullterriere)

Pekan lalu, sejumlah demonstrasi anti-imigran sudah terjadi di beberapa wilayah di Afsel. Sejumlah imigran di Pretoria sudah diperingatkan untuk tetap waspada, terutama saat berlangsungnya demonstrasi. 

Dilansir BBC, sentimen anti-imigran muncul sebagai mesin pendorong kampanye politik dari sejumlah partai di Afsel. Banyak warga Afsel yang percaya bahwa warga asing mengambil pekerjaan dan lebih menguntungkan imigran yang memperoleh layanan publik. 

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team