Jakarta, IDN Times - Pemimpin oposisi Togo, pada Kamis (4/4/2024), mengajak seluruh warga untuk mengadakan demonstrasi untuk menentang penundaan pemilu parlemen dan kepala daerah yang awalnya akan diselenggarakan pada 20 April 2024.
Perubahan sistem presidensial ke parlementer di Togo telah menimbulkan kontroversi dan penolakan dari oposisi. Pasalnya, pergantian sistem konstitusi ini disebut sebagai langkah Presiden Faure Gnassingbe untuk menghindari pemilu dan tetap berkuasa di Togo.
