Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 26 orang tewas dan 61 lainnya terluka akibat ledakan di sebuah pabrik kembang api di provinsi Hunan, China. Presiden China, Xi Jinping, telah menyerukan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.
Dilansir dari BBC, ledakan itu terjadi di pabrik kembang api Huasheng di kota Liuyang pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 16:40 waktu setempat. Lebih dari 1.500 petugas darurat, dibantu anjing pelacak, drone, dan robot, dikerahkan ke lokasi kejadian, sementara warga dalam radius 3 km dari pabrik dievakuasi.
Laporan menyebutkan bahwa dua gudang mesiu di area pabrik menimbulkan risiko tinggi selama upaya penyelamatan.
