Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Pabrik Kembang Api di China Meledak, 26 Orang Tewas
ilustrasi memadamkan kebakaran (unsplash.com/Jay Heike)
  • Ledakan di pabrik kembang api Huasheng, Liuyang, Hunan menewaskan 26 orang dan melukai 61 lainnya, memicu evakuasi warga dalam radius tiga kilometer.
  • Presiden Xi Jinping memerintahkan penyelidikan menyeluruh serta penahanan pihak bertanggung jawab, sambil menekankan pentingnya keselamatan kerja di seluruh wilayah.
  • Kota Liuyang dikenal sebagai pusat produksi kembang api China, dengan sejarah kecelakaan serupa yang telah menelan banyak korban jiwa dalam beberapa tahun terakhir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Sedikitnya 26 orang tewas dan 61 lainnya terluka akibat ledakan di sebuah pabrik kembang api di provinsi Hunan, China. Presiden China, Xi Jinping, telah menyerukan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut.

Dilansir dari BBC, ledakan itu terjadi di pabrik kembang api Huasheng di kota Liuyang pada Senin (4/5/2026) sekitar pukul 16:40 waktu setempat. Lebih dari 1.500 petugas darurat, dibantu anjing pelacak, drone, dan robot, dikerahkan ke lokasi kejadian, sementara warga dalam radius 3 km dari pabrik dievakuasi.

Laporan menyebutkan bahwa dua gudang mesiu di area pabrik menimbulkan risiko tinggi selama upaya penyelamatan.

1. Kaca jendela bangunan di sekitar pabrik pecah akibat ledakan

ilustrasi ledakan (unsplash.com/Stephen Radford)

Media lokal melaporkan bahwa ledakan tersebut sangat kuat hingga kaca jendela bangunan di sekitar pabrik pecah. Para korban luka disebut berusia antara 20-an hingga 60-an tahun. Beberapa di antaranya mengalami cedera tulang akibat tertimpa puing-puing yang beterbangan.

“Kaca jendela di rumah kami pecah, rangka jendela aluminium berubah bentuk, bahkan pintu baja tahan karat pun terpelintir,” kata seorang warga yang tinggal sekitar 1 km dari pabrik.

Seorang warga lainnya mengatakan bahwa dirinya telah meninggalkan desa tersebut karena takut.

2. Orang yang bertanggung jawab atas pabrik kembang telah ditahan

ilustrasi penangkapan (pexels.com/Servet photograph)

Dilansir dari CNA, orang yang bertanggung jawab atas pabrik tersebut telah ditahan, sementara penyebab ledakan masih dalam penyelidikan.

Sementara itu, Presiden Xi mendesak upaya maksimal untuk mencari orang-orang yang hilang dan menyelamatkan korban luka. Ia juga menyerukan penyelidikan atas kecelakaan tersebut dan meminta pertanggungjawaban pihak-pihak terkait.

“Pihak berwenang di berbagai wilayah dan departemen harus mengambil pelajaran mendalam dari kecelakaan ini dan memperkuat tanggung jawab terhadap keselamatan kerja,” tambahnya.

3. Kecelakaan di toko atau pabrik kembang api sering terjadi di China

kembang api (unsplash.com/Dawid Zawiła)

Kota Liuyang dikenal sebagai pusat produksi kembang api. Menurut China Daily, kota ini memproduksi sekitar 70 persen ekspor kembang api dan menyumbang 60 persen dari pasar domestik negara tersebut.

Ledakan di pabrik dan toko kembang api telah beberapa kali terjadi di China. Pada Februari 2026, 12 orang tewas akibat ledakan di sebuah toko kembang api di provinsi Hubei. Sebelumnya, pada Juni 2025, ledakan juga terjadi di pabrik kembang api di provinsi Hunan dan menewaskan sembilan orang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team