Jakarta, IDN Times - Ketegangan geopolitik di awal tahun ini tidak hanya membayangi Eropa Timur, melainkan di Amerika. Mata dunia saat ini sedang menunggu melihat eskalasi konflik yang terjadi di Laut Karibia. Usai tumbangnya rezim Presiden Venezuela, Nicolas Maduro, situasi kian memanas.
Respons militer agresif datang dari Rusia yang mengirimkan armada lautnya untuk melindungi sebuah tanker misterius bernama "Bella" pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat.
Sementara itu, Amerika Serikat (AS) bersiap melakukan interupsi. Apakah ini merupakan sinyal Perang Dunia III atau sekadar pengalihan isu dari Ukraina?
