Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Rusia Tegaskan Solidaritas Bersama Venezuela

ilustrasi bendera Rusia (pexels.com/Сергей Велов)
ilustrasi bendera Rusia (pexels.com/Сергей Велов)
Intinya sih...
  • Rusia mendukung Venezuela di tengah serangan militer AS
  • Rusia menyambut pelantikan pelaksana tugas presiden Venezuela
  • Rusia mendorong deeskalasi dan dialog internasional untuk menyelesaikan masalah di Venezuela
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN TimesRusia menyampaikan dukungan terbuka kepada pemerintah dan rakyat Venezuela di tengah situasi keamanan yang memburuk. Moskow menyatakan apresiasi atas langkah Caracas dalam menjaga kedaulatan nasional. Pada saat yang sama, Rusia menyerukan upaya penurunan ketegangan serta pembukaan jalur dialog menyusul operasi militer Amerika Serikat (AS) di Venezuela.

“Kami menegaskan kembali solidaritas Rusia yang teguh dengan rakyat dan pemerintah Venezuela,” ujar kementerian tersebut, dikutip dari Anadolu Agency.

Selain pernyataan politik, Moskow juga menegaskan kesiapannya untuk terus memberikan dukungan yang dibutuhkan kepada negara yang disebut sebagai sahabat tersebut.

1. Pernyataan Rusia muncul setelah serangan militer AS

ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)
ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)

Pernyataan dari Rusia disampaikan pada Selasa (6/1/2026) setelah Menteri Luar Negeri Venezuela Ivan Gil Pinto mengumumkan bahwa AS melancarkan serangan ke sasaran sipil dan militer di Caracas. Ia menilai tindakan itu sebagai agresi militer dan sekaligus menetapkan keadaan darurat. Dalam perkembangan berikutnya, Presiden AS Donald Trump mengonfirmasi bahwa negaranya melakukan serangan berskala besar di Venezuela.

Merujuk pernyataan Trump, Presiden Nicolas Maduro bersama istrinya disebut telah ditangkap lalu diterbangkan ke luar Venezuela. Di tengah situasi tersebut, Rusia menegaskan bahwa Venezuela harus dijamin haknya untuk menentukan nasib sendiri tanpa campur tangan asing yang dinilai merusak.

2. Rusia menyambut pelantikan pelaksana tugas presiden Venezuela

Dilansir dari Tass, Wakil Presiden Eksekutif Delcy Rodriguez kemudian mengucapkan sumpah jabatan sebagai pelaksana tugas presiden Venezuela berdasarkan keputusan Kamar Konstitusional Mahkamah Agung. Langkah ini disebut mencerminkan komitmen pemerintah Bolivarian dalam menjaga persatuan dan mempertahankan struktur kekuasaan vertikal sesuai ketentuan legislasi nasional.

Proses tersebut juga dipandang membantu menekan risiko krisis konstitusional sekaligus membuka ruang bagi pembangunan yang damai dan stabil di tengah ancaman neokolonial serta agresi bersenjata dari luar.

Rusia menyatakan sambutan positif atas langkah otoritas Venezuela dalam menjaga kedaulatan dan kepentingan nasional, termasuk pelantikan Rodriguez. Dalam pernyataannya, Rusia juga menyampaikan doa agar Rodriguez mampu menghadapi berbagai tantangan yang dihadapi Republik Bolivarian.

3. Rusia mendorong deeskalasi dan dialog internasional

Kementerian Luar Negeri Rusia mendesak agar ketegangan di sekitar Venezuela segera diturunkan. Moskow juga mendorong penyelesaian masalah melalui dialog konstruktif yang selaras dengan hukum internasional serta Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Dalam penegasan lanjutannya, kementerian tersebut menyatakan kawasan Amerika Latin dan Karibia harus tetap dipertahankan sebagai zona perdamaian. Situasi yang berkembang dinilai menekankan pentingnya menjaga pembangunan kedaulatan negara-negara di kawasan itu tanpa eskalasi lanjutan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Sonya Michaella
EditorSonya Michaella
Follow Us

Latest in News

See More

El Salvador Catat Kasus Pembunuhan Terendah dalam Sejarah

08 Jan 2026, 08:09 WIBNews