Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
serangan rudal Iran terhadap Israel
serangan rudal Iran terhadap Israel (x.com/@IRIran_Military)

Intinya sih...

  • Pejabat Israel dan AS diskusikan kemungkinan serangan terhadap Iran

  • Israel khawatir AS capai kesepakatan dengan Iran

  • Biaya perang melawan Iran dapat mencapai 167,9 triliun

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Kepala Staf Angkatan Darat Israel, Eyal Zamir, memperkirakan serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Iran bakal terjadi dalam rentang waktu 2 pekan hingga 2 bulan. Hal ini terungkap dalam laporan media lokal Israel pada Minggu (1/2/2026).

Dalam sebuah rapat penilaian situasi yang digelar baru-baru ini, Zamir mengatakan bahwa periode saat ini dibayangi oleh ketidakpastian yang sangat besar. Dengan demikian, Radio Angkatan Darat menyimpulkan bahwa serangan AS dinilai tidak mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.

“AS tidak berbagi segalanya dengan Israel dan mengecualikan Israel dari proses pengambilan keputusan,” kata lembaga penyiaran tersebut.

1. Pejabat Israel dan AS diskusikan soal kemungkinan serangan terhadap Iran pekan lalu

bendera Israel (unsplash.com/Taylor Brandon)

Menurut laporan The Times of Israel, Zamir mengadakan serangkaian pembicaraan dengan para pejabat AS mengenai kemungkinan serangan terhadap Iran selama akhir pekan. Pekan lalu, kepala staf Angkatan Darat Israel tersebut juga bertemu dengan Kepala Komando Pusat AS, Laksamana Brad Cooper, di Israel sebagai bagian dari upaya koordinasi antarmiliter menjelang kemungkinan serangan terhadap Iran.

Presiden AS, Donald Trump, telah mengancam akan mengambil tindakan militer terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan menyusul tindakan keras aparat keamanan Iran dalam protes antipemerintah pada akhir Desember lalu. Washington juga telah meningkatkan kehadiran angkatan laut dan memperkuat pertahanan udaranya di Timur Tengah sebagai upaya menekan negara tersebut agar kembali ke meja perundingan.

Sementara itu, para pejabat Iran memperingatkan bahwa setiap serangan AS terhadap negaranya akan dibalas dengan respons cepat dan keras.

2. Israel khawatir AS capai kesepakatan dengan Iran

bendera Iran (unsplash.com/sina drakhshani)

Radio Angkatan Darat Israel juga melaporkan adanya perbedaan pandangan di dalam kepemimpinan Iran saat ini. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, disebut menentang pemberian konsesi dalam perundingan dengan AS dan tetap berpegang pada sikap garis keras, sementara pejabat lain lebih mendukung pendekatan yang fleksibel dalam negosiasi.

Terlepas dari perbedaan internal tersebut, Israel dilaporkan khawatir bahwa pemerintahan AS dapat mencapai kesepakatan dengan Iran yang hanya terbatas pada isu nuklir, tanpa mencakup rudal balistik.

"Presiden AS Donald Trump mungkin akan mengatakan telah mencapai kesepakatan yang lebih baik dibandingkan (mantan presiden Barack) Obama, tetapi kesepakatan itu tetap akan menjadi kesepakatan yang buruk bagi Israel dan seluruh kawasan, karena Iran akan terus memproduksi rudal dalam jumlah besar dan melanjutkan operasi kelompok-kelompok proksinya," kata para pejabat Israel memperingatkan, dikutip dari The New Arab.

3. Biaya perang melawan Iran dapat mencapai 167,9 triliun

serangan Israel di Lebanon pada 2024 (Jimmyp84, CC0, via Wikimedia Commons)

Surat kabar keuangan Israel The Calcalist memperkirakan bahwa biaya dari kemungkinan perang melawan Iran dapat mencapai 10 miliar dolar AS (sekitar Rp167,9 triliun). Menurut laporan tersebut, para pejabat senior di lembaga keamanan Israel khawatir bahwa putaran konflik lain dengan Iran dapat menelan biaya hingga puluhan miliar shekel, tergantung pada durasi dan sifat konflik.

“Skenario yang relatif paling murah adalah Israel tidak melancarkan serangan sama sekali. Bahkan jika Israel tidak melancarkan serangan, itu tidak berarti tidak akan ada biaya. Biaya pertahanan udara saja mencapai miliaran shekel, dan dalam skenario seperti itu, biaya militer saja bisa mencapai antara 7 hingga 10 miliar shekel (sekitar Rp37-53 trilun)," kata Ram Aminach, mantan penasihat ekonomi kepala staf Angkatan Darat Israel, dikutip dari Anadolu.

Pada Juni 2025, Israel dengan dukungan AS melancarkan perang selama 12 hari melawan Iran, yang memicu serangan balasan dengan drone dan rudal dari Teheran. Konflik berakhir setelah Washington mengumumkan gencatan senjata.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team