2 Ledakan Gas Guncang Iran di Tengah Ketegangan dengan AS

- Ledakan guncang gedung hunian 8 lantai di Bandar Abbas.
- Empat orang tewas di kota Ahvaz.
- Israel bantah terlibat ledakan di Iran.
Jakarta, IDN Times - Dua ledakan terpisah mengguncang wilayah Iran pada Sabtu (31/1/2026) dan menewaskan sedikitnya lima orang. Pejabat setempat memastikan insiden di kota pelabuhan Bandar Abbas dan kota Ahvaz itu dipicu oleh kebocoran gas, bukan serangan militer.
Ledakan terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Iran dan Washington menyusul ancaman pengerahan armada militer oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Otoritas Iran menepis rumor di media sosial terkait dugaan serangan terhadap komandan Garda Revolusi (IRGC).
1. Ledakan guncang gedung hunian 8 lantai di Bandar Abbas

Ledakan menghantam sebuah bangunan tempat tinggal delapan lantai di area Moallem Boulevard, Bandar Abbas. Televisi pemerintah melaporkan dua lantai bangunan runtuh akibat guncangan tersebut, serta merusak beberapa kendaraan dan pertokoan di sekitarnya.
Media lokal melaporkan satu orang tewas dalam peristiwa di kota pelabuhan strategis itu. Sebanyak 14 warga lainnya mengalami luka-luka dan langsung dilarikan ke rumah sakit setempat untuk mendapatkan perawatan medis.
"Penyebab awal kecelakaan gedung di Bandar Abbas adalah kebocoran dan penumpukan gas, yang menyebabkan ledakan. Ini adalah teori awal," ujar kepala pemadam kebakaran Bandar Abbas, Mohammad Amin Lyaghat, dilansir Al Jazeera.
Foto yang beredar memperlihatkan muka bangunan jebol hingga mengekspos bagian dalam interior hunian, dengan puing-puing berserakan di jalanan.
2. Empat orang tewas di kota Ahvaz

Ledakan gas kedua terjadi di kota Ahvaz yang terletak di dekat perbatasan Iran-Irak pada hari yang sama. Media pemerintah Tehran Times melaporkan insiden di lingkungan Kianshahr itu menelan empat korban jiwa.
Petugas darurat bekerja keras membersihkan puing-puing bangunan untuk mencari korban selamat yang tertimbun. Tim penyelamat dilaporkan berhasil mengeluarkan seorang anak yang terperangkap di bawah reruntuhan bangunan.
Sebelumnya, pelabuhan Bandar Abbas juga pernah mengalami ledakan besar pada April tahun lalu yang menewaskan puluhan orang akibat kelalaian protokol keamanan sipil. Bandar Abbas dikenal sebagai pelabuhan kontainer utama di Selat Hormuz, jalur yang menyalurkan seperlima minyak dunia.
3. Israel bantah terlibat ledakan di Iran

Trump telah mengirim armada besar ke kawasan sebagai respons atas program nuklir Iran dan represi aparat terhadap demonstrasi baru-baru ini. Pentagon sendiri belum mengomentari insiden terbaru di Iran.
Sementara itu, dua pejabat Israel secara anonim menegaskan kepada Reuters bahwa negaranya tidak terlibat dalam rentetan ledakan tersebut. Di tengah ketegangan, Ali Larijani, pejabat tinggi keamanan Iran, mengisyaratkan adanya kemajuan negosiasi dengan AS.
"Bertentangan dengan rumor perang oleh media, pembentukan struktur untuk negosiasi sedang berlangsung," tulis Larijani di media sosial X, dikutip Deutsche Welle.
Teheran juga tengah menghadapi tekanan domestik akibat gelombang protes nasional yang dipicu kesulitan ekonomi sejak Desember lalu. Kelompok hak asasi manusia HRANA melaporkan lebih dari 6.300 orang tewas dalam tindakan keras aparat keamanan terhadap demonstran.


















