Pemerintah Irak (Baghdad) yang telah mengumumkan kemenangan melawan ISIS pada bulan Desember 2017, sekarang akan lebih fokus untuk memantapkan wilayah-wilayah yang dianggap rawan munculnya kelompok teroris baru.
Pasukan Amerika Serikat yang berada di Irak sejak tahun 2014 untuk melawan ISIS, menyatakan bahwa tugas mereka telah selesai di sini.
"Pertempuran melawan ISIS telah selesai dan tingkat keberadaan pasukan Amerika akan dikurangi," ujar Juru Bicara Pemerintah Irak, Saad al-Hadithi.
Para Kontaktor militer swasta Amerika Serikat maupun Pemerintah juga ikut membenarkan pernyataan it. Mereka sudah mulai melakukan penarikan pasukan sejak beberapa minggu yang lalu. Para personel militer pulang menggunakan penerbangan yang sudah terjadwal.
Walaupun sudah resmi bahwa pasukan AS akan ditarik dari Irak, bukan berarti mereka akan meninggalkan Irak sepenuhnya. Juru Bicara militer Amerika Serikat, Col Ryan Dillon mengonfirmasi bahwa keberadaan pasukan Amerika Serikat di Irak tidak akan sepenuhnya kosong begitu saja.
Melainkan ada sekitar 4000 personel yang akan tetap berada di sana sebagai pihak koordinator ataupun penasihat serangkaian aktivitas militer pasukan koalisi kepada Pemerintah Irak, dilansir dari CBS News, Radio Free Europe, dan Fox News.