Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)
ilustrasi militer (pexels.com/Somchai Komkamsri)

Intinya sih...

  • Latihan Operation Arctic Endurance dipimpin Denmark.

  • Pesan Eropa dan pernyataan Trump soal Greenland.

  • Denmark dan Greenland tegaskan sikap di Washington.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times – Sejumlah negara Eropa mulai mengirim personel militer ke Greenland setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali menegaskan bahwa pulau itu dibutuhkan AS demi keamanan nasional. Kontingen awal dari Prancis telah mendarat di Nuuk sebagai bagian dari misi pengintaian terbatas yang melibatkan beberapa negara Eropa anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyampaikan bahwa kehadiran awal tersebut akan diperkuat dengan tambahan unsur darat, udara, dan laut. Diplomat senior Prancis Olivier Poivre d’Arvor memandang langkah ini sebagai sinyal politik yang jelas.

“Ini adalah latihan pertama… kami akan menunjukkan kepada AS bahwa NATO hadir,” kata Poivre d’Arvor, dikutip dari BBC. Pasukan awal Prancis yang ditempatkan di Nuuk berjumlah 15 orang.

1. Latihan Operation Arctic Endurance dipimpin Denmark

ilustrasi peta Greenland (pexels.com/Lara Jameson)

Kedatangan pasukan Eropa itu merupakan bagian dari latihan bersama bertajuk Operation Arctic Endurance yang dipimpin Denmark. Latihan ini hanya melibatkan jumlah personel terbatas dan menonjolkan makna simbolis, sementara durasi penempatan pasukan belum dipastikan.

Dalam pelaksanaannya, Jerman mengirim pesawat angkut A400M ke Nuuk dengan membawa 13 prajurit yang akan berada di sana hingga Sabtu (17/1/2026). Finlandia menugaskan dua perwira penghubung militer untuk melakukan pencarian fakta pada tahap perencanaan.

Sementara itu, Swedia telah menempatkan sejumlah perwira angkatan bersenjata di Nuuk. Norwegia mengirim dua prajurit, Inggris satu perwira militer, dan Belanda satu perwira angkatan laut.

Pejabat pertahanan Denmark bersama pemerintah Greenland juga sepakat untuk meningkatkan kehadiran militer di sekitar pulau tersebut ke depan. Penambahan ini dimaksudkan untuk memperkuat posisi NATO di kawasan Arktik demi kepentingan keamanan Eropa dan hubungan transatlantik.

2. Pesan Eropa dan pernyataan Trump soal Greenland

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump (Shealeah Craighead, Public domain, via Wikimedia Commons)

Di sisi lain, AS telah memiliki pangkalan militer di Greenland yang saat ini ditempati sekitar 150 personel. Fasilitas tersebut memungkinkan penambahan kekuatan dalam jumlah lebih besar sesuai perjanjian yang berlaku dengan Kopenhagen.

Langkah yang diprakarsai Denmark ini dipandang sebagai pesan langsung kepada pemerintahan Trump bahwa negara-negara Eropa juga memiliki kepentingan besar dalam menjaga stabilitas Arktik dan Atlantik Utara. Dalam kesempatan terpisah di Oval Office, Trump kembali menyatakan bahwa AS membutuhkan Greenland untuk kepentingan keamanan nasional dan tak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan, meski ia menyebut kesepakatan dengan Denmark masih mungkin dicapai.

“Masalahnya adalah tidak ada yang bisa dilakukan Denmark jika Rusia atau China ingin menduduki Greenland, tetapi kami bisa melakukan segalanya. Anda melihatnya minggu lalu dengan Venezuela,” kata Trump.

3. Denmark dan Greenland tegaskan sikap di Washington

Bendera Denmark (pexels.com/Markus Winkler)

Dikutip dari CNBC, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen bersama Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt mengadakan pertemuan dengan Wakil Presiden AS JD Vance dan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio di Gedung Putih. Rasmussen menggambarkan pertemuan selama sekitar satu jam itu sebagai pembahasan yang jujur dan konstruktif, meski perbedaan mendasar tetap ada.

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen menegaskan bahwa pertahanan dan perlindungan Greenland merupakan tanggung jawab bersama seluruh anggota aliansi NATO. Sikap serupa disampaikan Perdana Menteri Greenland Jens-Frederik Nielsen dalam pernyataannya.

“Greenland tidak ingin dimiliki oleh AS. Greenland tidak ingin diperintah oleh AS. Greenland tidak ingin menjadi bagian dari AS,” kata Nielsen.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team