Jakarta, IDN Times - Badan Pengungsi Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNHCR) melaporkan peningkatan jumlah kematian pengungsi Rohingya di jalur laut pada Jumat (17/4/2026). Laporan ini dikeluarkan setelah terjadinya kecelakaan kapal di perairan Laut Andaman pada awal bulan ini.
Jumlah korban jiwa pada tahun lalu merupakan yang tertinggi dalam catatan sejarah rute pengungsian di wilayah tersebut. PBB memperingatkan bahwa jumlah korban akan terus bertambah jika tidak ada tindakan nyata dari negara-negara di kawasan Asia Tenggara, mengingat banyaknya pengungsi yang terpaksa meninggalkan kamp karena kondisi yang semakin memburuk.
